Kombinasi Optimum Usahatani Kopi Arabika dan Robusta: Studi Kasus Unit Usaha Petani Di Desa Karangpring Kabupaten Jember
View/ Open
Date
2017Author
Puspita, Cindy
Rifin, Amzul
Daryanto, Heny. K
Metadata
Show full item recordAbstract
Petani secara terus menerus diharuskan membuat keputusan manajemen
yang fokus pada produksi, proses penyediaan faktor produksi, keuangan dan
pemasaran. Penggunaan teknologi yang benar harus dibarengi dengan
pengetahuan manajemen bisnis usahatani. Oleh karena itu, masalah dalam
usahatani merupakan masalah dalam mengoptimalkan dan mengalokasikan
sumberdaya yang dimiliki. Apalagi mayoritas petani masih kurang sadar akan
pentingnya rencana bisnis dalam usahatani, sehingga keputusan sering dibuat
secara intuitif berdasarkan pengalaman. Kombinasi optimum biasanya digunakan
untuk memecahkan masalah rencana usahatani dalam mengoptimalkan alokasi
sumberdaya usahatani. Salah satu kombinasi optimum yang dilakukan adalah
kombinasi optimum usahatani kopi Arabika dan Robusta. Dalam melakukan hal
tersebut, petani sampel diharapkan untuk membuat keputusan dengan sejumlah
kendala yang dimiliki. Kendala dalam usahatani merupakan batasan sumberdaya
yang dimiliki oleh petani. Sumberdaya tersebut dapat berupa faktor produksi
usahatani meliputi lahan, tenaga kerja, modal dan lainnya. Mengingat
keterbatasan tersebut dalam berusahatani seharusnya dapat mengatur sumberdaya
yang digunakan, agar dengan kombinasi pola tanam kopi Arabika dan Robusta
yang dilakukan, petani sampel akan tetap mendapat pendapatan yang tinggi.
Petani sampel memiliki hamparan lahan kopi Arabika dan Robusta yang terletak
dalam satu wilayah hamparan. Hal ini tergolong unik, karena biasanya kopi
Arabika dan kopi Robusta tidak terdapat dalam satu hamparan lahan sebab
perbedaan syarat tumbuh kedua tanaman tersebut. Meskipun usahatani yang
dilakukan berbeda, tetapi sumberdaya yang dibutuhkan sebagian besar sama.
Berdasarkan hal tersebut, penting untuk diteliti kombinasi optimum usahatani
kopi Arabika dan Robusta dengan mengefisienkan alokasi sumberdaya yang
terbatas sehingga dapat mencapai tujuan petani, yakni memaksimalkan
pendapatan.
Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk menganalisis pengalokasian
sumberdaya yang optimal usahatani kopi Arabika dan Robusta, (2) Untuk
menganalisis tingkat sensitivitas harga sumberdaya usahatani kopi Arabika dan
Robusta, (3) Untuk menganalisis manajemen usahatani kopi Arabika dan Robusta.
Penelitian menggunakan data usahatani kopi Arabika dan kopi Robusta pada
tahun 2013. Penelitian ini hanya terbatas pada usahatani kopi Arabika dan
Robusta dengan hasil produk berupa kopi gelondong atau kopi biji. Penelitian ini
hanya meneliti unit usaha petani sampel dengan menggunakan satu sampel petani.
Penelitian dilakukan di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi
Kabupaten Jember. Penentuan daerah penelitian tersebut berdasarkan metode
sampling yang disengaja (purposive method). Metode penelitian yang digunakan
adalah metode deskriptif dan metode analitis. Data yang digunakan adalah data
primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain
wawancara, penelitian dokumen dan observasi. Teknik pengambilan contoh yang
digunakan adalah purposive method dengan pengambilan contoh tunggal. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan analisis program linier dengan
bantuan software POM-QM for Windows.
Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah (a) aktivitas yang dianjurkan
dari hasil analisis pola optimal adalah aktivitas menanam kopi Arabika dengan
produksi kopi Arabika optimal sebanyak 4.700,947 kg, aktivitas menanam kopi
Robusta dengan produksi kopi Robusta optimal sebanyak 9.699,053 kg. (b)
Sumberdaya usahatani kopi Arabika dan Robusta petani sampel dapat dinyatakan
sudah optimal, karena selisih pendapatan aktual dan pendapatan optimal petani
hanya 0,019%. Alokasi sumberdaya yang efektif dapat mengoptimalkan
pendapatan petani. (c) petani sampel perlu waspada pada kenaikan harga
sumberdaya usahatani kopi Arabika, karena untuk sumberdaya yang tidak
diharapkan adalah kenaikan harga. Sedangkan untuk harga kopi Arabika dan
Robusta yang perlu menjadi perhatian petani adalah ketika harga kopi turun. Oleh
karena itu, petani perlu waspada terhadap harga kopi Arabika yang lebih sensitif
terhadap perubahan. (d) apabila dilihat untuk masing-masing sumberdaya, petani
perlu waspada terhadap biaya transportasi kopi Arabika karena pada batas
maksimum secara keseluruhan harga sumberdaya yang paling sensitif adalah
transportasi untuk kopi Arabika, begitu pula pada batas minimum secara
keseluruhan harga sumberdaya yang paling sensitif adalah transportasi untuk kopi
Arabika.
Implikasi manajerial yang dapat dilakukan antara lain (a) berdasarkan nilai
shadow price dapat disimpulkan bahwa sumberdaya pupuk dan transportasi kopi
adalah sumberdaya yang langka, sehingga harus lebih diperhatikan
penggunaannya oleh petani. Sumberdaya tenaga kerja, obat, transportasi pupuk
dan modal untuk tanaman kopi memiliki nilai shadow price 0 yang berarti
terdapat sumberdaya yang menganggur. (b) harga kopi Arabika dapat dinaikkan
hingga Rp 5.230,529 dan apabila harga turun hingga Rp 4.503,4 tetap tidak akan
mempengaruhi pendapatan optimal yang didapat petani. Begitu pula untuk harga
kopi Robusta dapat dinaikkan hingga Rp 4.496,6 dan apabila harga turun menjadi
Rp 3.888,696 tetap tidak akan mempengaruhi pendapatan optimal petani. (c)
petani sampel perlu waspada pada kenaikan harga sumberdaya usahatani kopi
Arabika, karena untuk sumberdaya yang tidak diharapkan adalah kenaikan harga.
Sedangkan untuk harga kopi Arabika dan Robusta yang perlu menjadi perhatian
petani adalah ketika harga kopi turun. Oleh karena itu, petani perlu waspada
terhadap harga kopi Arabika yang lebih sensitif terhadap perubahan. (d) apabila
dilihat untuk masing-masing sumberdaya, petani perlu waspada terhadap biaya
transportasi kopi Arabika karena pada batas maksimum secara keseluruhan harga
sumberdaya yang paling sensitif adalah transportasi untuk kopi Arabika, begitu
pula pada batas minimum secara keseluruhan harga sumberdaya yang paling
sensitif adalah transportasi untuk kopi Arabika.
Collections
- MT - Business [4062]
