Strategi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasok Di Pabrik Kelapa Sawit Sei Galuh Pt Perkebunan Nusantara V
View/ Open
Date
2017Author
Lubis, Ifri Handi
Djatna, Taufik
Novianti, Tanti
Metadata
Show full item recordAbstract
Minyak kelapa sawit merupakan komoditas pertanian unggulan Indonesia
yang saat ini dihadapkan pada persaingan dengan para produsen CPO dari negara
lain. Selain itu, persaingan yang semakin ketat juga terjadi antara perusahaan kelapa
sawit dalam negeri. Persaingan yang terjadi saat ini fokus pada persaingan antara
pengelolaan rantai pasok perusahaan. Hal ini dikarenakan mengelola rantai pasok
bukanlah hal yang mudah, dapat dipahami bahwa rantai pasok melibatkan banyak
pihak di dalam suatu perusahaan serta menangani pekerjaan yang amat luas dan
sangat kompleks.
PT Perkebunan Nusantara V (PTPN-V) merupakan badan usaha milik negara
yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. PTPN V mengolah tandan buah
segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak sawit (crude palm oil/CPO) dan inti sawit
(palm kernel). PTPN V memiliki 12 unit usaha pengolahan kelapa sawit, salah
satunya adalah Pabrik Kelapa Sawit Sei Galuh (PKS SGH) dengan kapasitas mesin
yang terpasang sebesar 50 ton TBS/jam. Selama 5 tahun terakhir PKS SGH memilki
kinerja pabrik yang terendah dibanding 12 pabrik lainnya. Oleh karena itu, tujuan
dari penelitian ini adalah menganalisis rantai pasok kinerja PKS SGH untuk
merumuskan strategi peningkatan kinerja manajemen rantai pasok di PKS SGH PT
Perkebunan Nusantara V. Metode dalam menentukan responden dalam penelitian
ini adalah purposive sampling dan perumusan strategi dengan metode FGD melalui
pendekatan SCOR-AHP.
Hasil analisis struktur rantai pasok menunjukkan bahwa terdapat tiga struktur
rantai pasok yang ada di PKS SGH. Sejalan dengan struktur tersebut, pola distribusi
rantai pasok di PKS SGH adalah manufacturer storage with direct shipping and intransit merge yang dapat meminimalkan biaya pada persediaan. Hasil uji
identifikasi tipe supply chain menunjukkan bahwa, industri minyak kelapa sawit
menerapkan tipe lean supply chain karena produk yang dihasilkan merupakan
produk fungsional. Oleh karena itu strategi yang diterapkan merupakan tipe strategi
low cost (efisien), yaitu dengan menekankan pada efisiensi biaya produksi dengan
utilisasi yang maksimum agar produksi tetap kontinyu untuk memenuhi
permintaan. Hasil pengukuran matriks kinerja rantai pasok PKS SGH menunjukkan
bahwa matriks pemenuhan pesanan, kesesuaian mutu, waktu siklus pengolahan dan
biaya karyawan bernilai good. Kemudian matriks waktu pemenuhan pesanan,
fleksibilitas peningkatan kapasitas dan siklus cash to cash menunjukkan nilai
average, sedangkan matriks fleksibilitas pasokan dan harga pokok pengolahan
diperoleh nilai poor. Berdasarkan penilaian matriks kinerja rantai pasok dengan
pendekatan SCOR tersebut, diperoleh hasil bahwa atribut kinerja reliability
menjadi atribut kinerja yang diprioritaskan. Tujuan utama yang akan dicapai oleh
PKS SGH dalam peningkatan kinerja rantai pasok adalah peningkatan produktifitas
mesin dan peralatan. Tujuan ini akan mendorong peningkatan kinerja reliabilitas.
Dengan meningkatkan produktifitas mesin dan peralatan diharapkan dapat
memenuhi pesanan dan kesesuaian mutu produksi sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan. Tujuan utama tersebut dapat dicapai dengan menerapkan
strategi perencanaan perbaikan mesin dan peralatan secara terintegrasi.
Collections
- MT - Business [4063]
