Optimasi Struktur Modal dan Formulasi Strategi Pendanaan Proyek Jalan Tol Di Indonesia
View/ Open
Date
2017Author
Berutu, Gibranius
Firdaus, Muhammad
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
Konektivitas dan masalah inefisiensi sektor transportasi adalah penyebab
tingginya biaya transportasi dan logistik Indonesia. Pemerintahan yang baru
mematok sasaran reduksi biaya logistik untuk memperbaiki kondisi tersebut, salah
satunya melalui pembangunan jalan tol. Tidak semua ruas tol yang ditawarkan
pemerintah kepada investor menarik, sehingga perlu dukungan pemerintah dan
strategi investasi. Pada skema pembangunan bertahap, kelayakan investasi minimal
tidak tercapai bila jalan dibagun satu tahap sekaligus. Perlu bangkitan ekonomi agar
volume lalu lintas minimal tercapai. Tarif tol ditetapkan oleh pemerintah, sehingga
investor tidak memiliki keleluasaan.
Penelitian dilakukan pada salah satu ruas jalan tol di Jawa Barat yang dibagun
secara bertahap sejak 2007. Segmen tahap satu dan dua sudah beroperasi sedangkan
tahap ketiga akan dibangun dalam waktu dekat. Tujuan penelitian ini adalah untuk
(1) menganalisis struktur modal optimal proyek jalan tol yang dibangun secara
bertahap; dan (2) menentukan upaya yang perlu dilakukan untuk menjamin
pendanaan proyek jalan tol. Hasil penelitian bermanfaat bagi investor jalan tol
dalam menyusun kebijakan pendanaan.
Analisis optimasi tujuan ganda menggunakan metode “trial-error” dan
penyusunan urutan prioritas strategi menggunakan alat analisis QSPM. Hasil
analisis optimasi menunjukkan level ekuitas optimum struktur pendanaan
pembangunan tahap tiga sebesar 24 persen menggunakan utang KI, asumsi inflasi
untuk proyeksi pendapatan mengacu PPJT dan eksekusi proyek dimulai sesuai
jadwal. IRR on equity tercapai pada 18.26 persen dan IRR on project 15.77 persen.
Hasil simulasi mengungkap, mundurnya jadwal pembangunan meningkatkan biaya
investasi karena terdampak eskalasi serta menggerus kelayakan proyek. Strategi
pendanaan yang berhasil dirumuskan dikelompokkan menjadi empat dimensi, yaitu
permintaan, pendanaan, konstruksi dan operasional. Strategi yang paling menarik
bagi investor adalah yang menitikberatkan pada dimensi permintaan dan
operasional karena karena mampu meningkatkan kepastian pengembalian investasi
jangka panjang.
Sintesis antara optimasi struktur modal dan strategi dimensi pendanaan
menemukan bahwa utang dengan tenor yang panjang dan bunga yang rendah akan
meningkatkan kapasitas arus kas mengembalikan investasi dan memaksimasi
keuntungan bagi equity holders. Investor perlu berhati-hati atas asumsi inflasi yang
disepakati dalam PPJT. Bila terlalu tinggi akan membuat proyek seolah-olah layak
secara finansial, padahal tidak demikian.
Collections
- MT - Business [4062]
