Aplikasi Theory Of Planned Behavior Pada Analisis Perilaku Konsumen Udang
View/ Open
Date
2017Author
Ghifarini, Anindila Fitria
Sumarwan, Ujang
Najib, Mukhamad
Metadata
Show full item recordAbstract
Berdasarkan Theory of Planned Behaviour (TPB) (Ajzen 1991),
terbentuknya sikap konsumen akan membentuk niat seseorang untuk melakukan
atau tidak melakukan suatu tindakan. Dengan demikian, perilaku konsumsi secara
tidak langsung dapat diprediksi melalui niat perilaku. Melihat bahwa komoditas
udang merupakan komoditas yang potensial, maka perlu dilakukan kajian
mengenai perilaku konsumen udang di Indonesia dengan menggunakan
pendekatan Theory of Planned Behaviour. Disamping itu, diharapkan pula dapat
mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan,
pembudidaya, pengolah dan pemasaran hasil perikanan melalui peningkatan ratarata konsumsi udang.
Udang memang merupakan salah satu sumber makanan sehat dengan
kandungan protein yang relatif tinggi, sekitar 21%. Nilai protein udang
dikategorikan sebagai complete protein karena kadar asam aminonya yang tinggi,
berprofil lengkap, sekitar 85 – 95% mudah dicerna oleh tubuh dan berkontribusi
sekitar 87% dari total energi (Dayal et al. 2013).
Dengan melimpahnya hasil produksi udang di Indonesia, hal tersebut
memperlihatkan bahwa peluang pasar udang masih terbuka luas, terutama bagi
pasar dalam negeri. Suksesnya pertumbuhan perikanan tangkap maupun budidaya
dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap masa depan ketahanan
pangan dan gizi serta kebutuhan pembangunan ekonomi Indonesia. Menjawab
tantangan target pelaku bisnis dan pemerintah dalam menaikkan hasil perikanan
Indonesia maka pentingnya dilakukan penelitian analisis perilaku konsumsi udang.
Perilaku konsumsi udang di Indonesia masih belum diteliti secara menyeluruh.
Belum ada pendekatan pada konsumen udang secara langsung. Memahami
mengenai perilaku konsumsi terhadap udang sangat penting bagi produsen dan
pemerintah dalam rangka membantu program pemerintah yaitu GEMARIKAN.
Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan analisis perilaku konsumsi terhadap
udang untuk mengetahui minat terhadap konsumsi udang di Indonesia dengan
menggunakan pendekatan The Theory of Planned Behaviour (TPB).
Desain penelitian ini menggunakan metode pengambilan data dilakukan
secara deskriptif dengan metode survei. Survei dilakukan dengan memberikan
pertanyaan-pertanyaan kepada responden dengan menggunakan kuesioner sebagai
instrumen pengumpulan data dari suatu populasi. Kuesioner dibuat dengan
menggunakan acuan Ajzen (1991) mengenai cara pembuatan kuesioner dengan
pendekatan TPB. Data yang diperlukan pada penelitian ini adalah data primer dan
data sekunder. Data tersebut merupakan data yang bersifat kualitatif dan
kuantitatif. Pengumpulan data dari responden dilakukan melalui wawancara
dengan panduan kuesioner yang terstruktur (structure questionaire). Jenis
pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan tertutup dan terbuka. Beberapa
pertanyaan dalam kuesioner dibuat berdasarkan skala (scaled response question).
Teknik penskalaan yang digunakan adalah likert untuk pengolahan dengan
analisis SEM. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 orang. Berbagai karakteristik responden seperti karakteristik
demografi, sosial, ekonomi dan konsumsi responden telah dikaji dalam penelitian
ini. Berdasarkan hasil olahan data mengenai karakteristik responden yang
mengkonsumsi udang, terdapat 58,3% responden yang berusia <30 tahun.
Responden wanita terlihat lebih banyak dalam mengkonsumsi udang, yaitu
sebanyak 60% jika dibandingkan dengan laki-laki. Sebanyak 55,83% responden
sudah menikah.
Hasil analisa model theory of planned behaviour terhadap perilaku
konsumsi udang menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara langsung
terhadap intensi adalah subjective norms (norma subjektif). Pengaruh Pemerintah
dalam program GEMARIKAN didapati hasil peningkatan intensi responden untuk
mengkonsumsi udang. Faktor lain seperti keluarga, teman, dan kerabat juga
memiliki pengaruh. Hal ini menandakan bahwa hipotesis yang dapat diterima
adalah H2 dimana norma subjektif berpengaruh terhadap minat untuk
mengkonsumsi udang.
Collections
- MT - Business [4062]
