Analisis Pengembangan Model Bisnis Inklusif (Studi Kasus: Oogatamura Akitakomachi Seinsanya Kyokai Inc)
View/ Open
Date
2017Author
Muhasibi, Harts
Daryanto, Arief
Affandi, M. Joko
Metadata
Show full item recordAbstract
Jepang merupakan salah satu negara dengan jumlah PDB tertinggi dunia, pada tahun 2015 Jepang memiliki PDB sebesar 4.6 triliun USD. Pertanian memang bukan bidang penyumbang terbesar bagi PDB Jepang, tetapi pertanian merupakan bidang yang sangat diperhatikan oleh pemerintah Jepang. Salah satu komoditi yang berperan penting dalam membangun perekonomian Jepang adalah beras, karena beras merupakan produk bahan pangan pokok di Jepang.
Jepang memiliki beberapa varietas beras salah satunya adalah Akitakomachi. Akitakomachi adalah varietas beras yang termasuk komoditi unggulan di Jepang. Varietas ini memiliki kualitas gabah tertinggi dengan cita rasa tetap sama. Akitakomachi tak begitu lengket seperti Koshihikari, namun sering digunakan dalam pembuatan sushi, mocha dan onigiri karena memiliki kandungan airnya tinggi sehingga tetap menempel meski sudah dingin. Salah satu perusahaan yang telah berhasil mengembangkan produk olahan pangan dari beras Akitakomachi, adalah Oogatamura Akitakomachi Seinsanya Kyokai Inc (OASKI). OASKI merupakan perusahan berbasis kemitraaan swadaya yang memfokuskan diri pada pengembangan komoditi beras, dan telah berdiri sejak tahun 1988. OASKI menggolah beras menjadi berbagai produk inovatif yang berbasi pada Gluten Free. Di antaranya brown rice, white rice dan germinated brown rice serta beras diolah menjadi tepung beras sebagai bahan dasar pembuatan mie, roti, kue, pasta dan emergency food. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memetakan model bisnis yang dijalankan OASKI, 2) mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan model bisnis, 3) merancang suatu bisnis model baru yang dapat diterapkan OASKI agar dapat tumbuh dan berkembang. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, kuisioner dan studi litelatur. Alat analisis yang digunakan adalah Business Model Canvas (BMC) dan Matriks Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan OASKI yang paling tinggi teletak pada elemen Key Activities dan Customer Relationship, yang memiliki nilai sangat tinggi (5). Selajutnya kelemahan yang tinggi di tunjukan pada elemen Key Resources dan Cost Structure. Peluang yang didapat oleh semua elemen dalam model bisnis OASKI bernilai hampir sama berkisaran pada nilai 4 (tinggi). Peluang yang bernilai paling tinggi berada pada elemen Customer Segments. Customer Segments merupakan elemen yang paling kompleks karena memiliki peluang dan ancaman yang tinggi. Pada elemen ini terdapat ancaman yang bernilai 4.5 (tinggi).
Beberpa strategi pengembangan OASKI mengacu pada peningkatan Key Activities di antaranya penambahan akreditasi produk halal, perekrutan SDM yang ahli di bidang halal food dan pelatihan SDM mengenai halal food. OASKI perlu membuka pangsa baru, karena jumlah penduduk Jepang cenderung menurun dari tahun ke tahun. Penduduk usia muda saat ini cenderung tidak menyukai...dst.
Collections
- MT - Business [4062]
