Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Pengguna Internet Banking Pada Usia Produktif Di Bank Xyz Bogor
View/ Open
Date
2017Author
Annilda, Fitria
Sumarwan, Ujang
Nugrahani, Endar H
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengguna internet banking Bank XYZ cabang Bogor sesuai data tahun 2014
dan 2015 mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu meningkat tajam, tetapi
dibandingkan dengan non pengguna ternyata pengguna internet banking Bank XYZ
tidak sebanding dengan pengguna. Hal ini dapat ditunjukkan dengan data tahun
2014 non pengguna internet banking sebesar 2810 dan pengguna 2190, di tahun
2015 non pengguna sebesar 3085 dan pengguna sebesar 2310.Sehingga tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisa karakteristik pengguna internet banking,
menganalisa pengambilan keputusan nasabah untuk menggunakan internet
banking, serta menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi minat pengguna
untuk menggunakan internet banking Bank XYZ.
Pengumpulan data dari responden dilakukan melalui wawancara dengan
panduan kuesioner yang terstruktur (structure questionaire). Jenis pertanyaan yang
digunakan adalah pertanyaan tertutup dan terbuka. Beberapa pertanyaan dalam
kuesioner dibuat berdasarkan skala (scaled response question). Teknik pengskalaan
yang digunakan adalah skala Likert dimana responden diharuskan untuk memilih
salah satu di antara skala Likert dengan lima variasi jawaban dengan urutan sangat
tidak setuju hingga sangat setuju. Adapun pengolahan data menggunakan analisis
deskriptif dan SEM.
Adapun jumlah variabel indikator yang menyusun model SEM pada
penelitian ini adalah sebanyak 27 variabel indikator, maka batasan jumlah
respondennya adalah antara 27 x 5 = 135 responden sampai dengan 27 x 10 =270.
Sehingga responden yang digunakan dalam penelitian kali ini berjumlah
150responden.Sampel responden di Bank XYZ adalah semua nasabah baik dari
cabang utama maupun cabang pembantu yang dibatasi bagi nasabah yang tidak
memiliki fasilitas internet banking yang berlokasi di kota Bogor.
Model SEM untuk Theory of Plan Behaviour (TPB) disusun oleh tiga
variabel laten eksogen yaitu: sikap perilaku pengguna, norma subyektif dan kontrol
keperilakuan. Terdapat satu variabel laten endogen yaitu niat konsumen untuk terus
menggunakan fasilitas internet banking selama 6 (enam bulan) ke depan.
Terdapat dua model yang diestimasi dalam model SEM pada penelitian ini,
yaitu model struktural dan model pengukuran. Model struktural bertujuan untuk
menjelaskan keterkaitan hubungan (pengaruh) antar variabel-variabel laten.
Kemudian model pengukuran bertujuan untuk menjelaskan keterkaitan hubungan
antara variabel laten dengan variabel indikatornya. Model pengukuran juga
bertujuan untuk melihat validitas indikator dan reliabilitas dari konstruk yang
mengukur setiap variabel laten.
Hasil model SEM menunjukkan seluruh indikator telah memiliki nilai
loading factor> 0.5, artinya seluruh indikator telah memenuhi kriteria dari uji
validitas convergent konstruk laten (Ghozali 2006). Selain itu, syarat model
memiliki validitas yang baik apabila masing-masing variabel laten dengan indikator
reflektif memiliki AVE > 0.5. Hasil analisis menunjukkan nilai AVE dari masing-masing variabel laten memiliki nilai > 0.5 dan dapat dikatakan bahwa model PLS
telah memenuhi syarat validitas convergent yang baik.
Pengukuran selanjutnya yaitu pengujian reliabilitas terhadap model yang
digunakan untuk membuktikan keakuratan, konsistensi, dan ketepatan instrumen
dalam mengukur konstruk. Hasil penelitian menunjukkan semua konstruk laten
memiliki reliabilitas yang baik, akurat dan konsisten karena memenuhi syarat
dengan nilai composite reliabilitydan cronbach alpha pada setiap konstruk laten
lebih dari 0.6.Selain itu, pengujian validitas discriminant menunjukkan bahwa nilai
korelasi antar konstruk secara keseluruhan telah kurang dari nilai √AVE dapat
dikatakan bahwa model telah memenuhi syarat validitas discriminant.
Hasil bootstrapping menunjukkan perceived behaviour control memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap behaviour intention dengan nilai t-statistik
(2.696) > t-tabel (1.96) pada taraf nyata 5%. Sedangkan attitude toward behavior
dan subjective norms menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap behaviour
intention karena nilai t-statistik ≤ t-tabel (1.96). Perceived behaviour control
memiliki pengaruh terhadap behaviour intention sebesar 0.336 artinya semakin
meningkat perceived behaviour control seseorang terhadap internet banking maka
akan semakin meningkatkan behaviour intention internet banking. Model struktural
behaviour intention menghasilkan nilai R square 17.40% artinya keragaman
behaviour intentionyang mampu dijelaskan oleh model sebesar 17.40% sedangkan
sisanya 82.60% dijelaskan oleh faktor lain diluar model.
Implikasi managerial berdasarkan hasil penelitian yaitu untuk
meningkatkan minat pengguna fasilitas internet banking pada Bank XYZ di Bogor
dengan cara menginformasikan tentang fasilitas internet banking dengan
menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh para nasabah. Selain itu, dari
segi keamanan dan kenyamanan fasilitas internet banking juga perlu ditingkatkan
sehingga minat pengguna tidak hanya didasarkan oleh kebutuhan saja tetapi faktor
lain juga bisa mempengaruhi pengguna menggunakan fasilitas internet banking
sehingga antrian di area counter dan area ATM dapat berkurang. Hal ini akan
membuat layanan kepada nasabah semakin meningkat dalam semua aspek layanan
serta produk perbankan.
Sebagai faktor kontrol nasabah menggunakan internet banking jika limit
yang digunakan melebihi media e-banking lain, dalam waktu yang bersamaan harus
melakukan kegiatan perbankan yang beragam, transaksi elektronik yang sama
mudahnya dengan media elektronik lain. Untuk mengatasi hal tersebut manajemen
perlu meningkatkan frekuensi informasi fasilitas internet banking baik di media
banking hall, brosur atau selebaran tentang kenyamanan serta keamanan fasilitas
internet banking
Collections
- MT - Business [4063]
