Implementasi Manajemen Risiko Dalam Perencanaan Audit Internal Berbasis Risiko Pada Kementrian Esdm
Abstract
Untuk mendukung tercapainya tujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (KESDM) dalam mencapai sasaran pembangunan nasional bidang energi,
maka diperlukan peran audit internal dalam membantu organisasi mencapai tujuan
tersebut. Peran audit internal diperlukan dalam memenuhi tuntutan atas tata kelola
organisasi yang baik, yang menggabungkan kebutuhan manajemen risiko yang
efektif dan pengendalian yang handal. Sebagai fungsi organisasi, unit audit internal
menghadapi keterbatasan sumber daya, berupa keterbatasan waktu dan anggaran
sehingga diperlukan perencanaan berbasis risiko yang mampu mengevaluasi risiko
dengan baik, serta meningkatkan efektifitas audit dan sistem manajemen risiko.
Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian perencanaan audit dengan
pendekatan manajemen risiko dimana audit internal memfasilitasi proses
implementasi manajemen risiko yaitu dengan membangun terlebih dahulu sistem
manajemen risiko dengan menggunakan kerangka ISO 31000:2009.
Penelitian dilakukan di Unit Kerja Direktorat Jenderal Energi Baru
Terbarukan dan Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan
Sekretariat Dewan Energi Nasional pada KESDM. Penelitian ini menggunakan data
primer dan sekunder yang berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data primer
didapatkan melalui kuesioner, focus group discussion, dan brainstorming terhadap
responden yang dipilih secara purposive sampling. Data sekunder diperoleh melalui
pengumpulan data yang sudah ada pada internal organisasi, meliputi visi dan misi,
rencana strategis, struktur organisasi, dan rencana kerja dan anggaran.
Dalam penelitian ini, sistem manajemen risiko dan implementasinya akan
dikembangkan untuk menghasilkan perencanaan audit internal berbasis risiko yang
efektif dan efisien. Metodologi penelitian melibatkan tinjauan literatur, kuesioner,
diskusi kelompok dan benchmarking untuk mendapatkan risiko yang melekat pada
subjek yang diteliti sementara Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk
memperoleh tingkat risiko dari subjek yang diteliti dalam pandangan auditor
internal. Dari hasil penelitian menggunakan perencanaan audit berbasis risiko
diperoleh efisiensi hari kerja yang dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan tugastugas tambahan yang tidak dijadwalkan sebelumnya. Pendekatan berbasis risiko
juga menawarkan kesempatan bagi auditor internal untuk menciptakan nilai tambah
yang lebih dalam melaksanakan audit.
Collections
- MT - Business [4063]
