Perancangan Strategi Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Industri Kecil Menengah Agro Kabupaten Bogor
View/ Open
Date
2017Author
Fasyah, Driska Nurizizah
Daryanto, Heny K.
Suprayitno, Gendut
Metadata
Show full item recordAbstract
Struktur usaha di Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa 99.84% usaha
adalah usaha dengan skala kecil menengah yang berperan penting dalam
pertumbuhan ekonomi. Wilayah ini memiliki daya saing yang tinggi apabila
didukung oleh keunggulan sumber daya alam atau aktivitas ekonomi berbasis
industri. Karena itu Industri Kecil Menengah (IKM) sektor agro memiliki potensi
untuk dikembangkan dimana saat ini menyumbang 28.09% PDRB dari total 9
sektor. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 9 tahun 2014 bahwa
produk yang dihasilkan oleh usaha kecil menengah yang potensial dengan
memanfaatkan sumber daya adalah produk unggulan daerah yang menjadi
kekuatan ekonomi yang berdaya saing. Wilayah Kabupaten Bogor dibagi menjadi
40 kecamatan yang memiliki sumber daya yang berbeda. Di sisi lain IKM juga
masih memiliki hambatan dalam berkembang.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendapatkan prioritas produk unggulan
IKM agro Kabupaten Bogor; (2) Mendapatkan kecamatan yang paling memiliki
potensi untuk dikembangkan dengan basis produk unggulan IKM agro Kabupaten
Bogor dan; (3) Merancang strategi yang mampu meningkatkan daya saing produk
unggulan IKM agro Kabupaten Bogor. Sumber data yang digunakan berupa data
primer yang berasal dari hasil wawancara dan pengisian kuesioner dengan pakar
serta data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah Analytical Hierarchy
Process (AHP), Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), Bayes, Diamond
Model dan matriks SWOT.
Hasil perhitungan menggunakan metode MPE menyatakan bahwa produk
minuman sari pala merupakan produk prioritas pertama yang berpotensi menjadi
produk unggulan IKM agro yang memanfaatkan potensi yang ada sesuai dengan
sumber daya dan kekhasan daerah. Berdasarkan perhitungan dengan
menggunakan metode Bayes, kecamatan yang memiliki sumber daya lokal yang
paling memadai dan telah berkembang pelaku IKM minuman sari pala adalah
Kecamatan Tamansari. Hasil analisis daya saing menujukkan daya saing produk
unggulan cukup unggul berdasarkan faktor-faktor dalam Diamond Model. Hasil
tersebut menjadi rujukan dalam merancang strategi menggunakan matriks SWOT.
Hasilnya berupa total 11 strategi yang diproritaskan menggunakan total skor.
Strategi prioritas pertama adalah strategi peningkatan kegiatan promosi lokal
hingga nasional, selanjutnya peningkatan kerjasama dengan lembaga riset,
peningkatan informasi pasar, peningkatan hubungan kerja sama dengan supplier,
pengembangan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi, menjaga
kualitas mutu dan cita rasa produk, pelatihan manajemen usaha, pelaksanaan studi
banding, pembentukkan asosiasi pengusaha olahan pala, perbaikan dan
penambahan sarana prasarana produksi dan strategi dengan prioritas terakhir
adalah peningkatan kegiatan forum IKM.
Collections
- MT - Business [4062]
