Implementasi Strategi Berbasis Balanced Scorecard Di Kementrian Kelautan dan Perikanan
View/ Open
Date
2017Author
Nurcholis, Muhammad Aris
Satria, Arif
Maulana, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Sejak tahun 2013 Kementerian Kelautan dan Perikanan telah
mengimplementasikan manajemen kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard
dalam proses penyusunan Rencana Strategis 2010-2014 (revisi) dan renstra 2015-
2019. BSC adalah alat manajemen strategi yang dipilih oleh Kementerian Kelautan
dan Perikanan untuk mempercepat proses Reformasi Birokrasi. Berdasarkan
laporan kinerja KKP tahun 2015 realisasi nilai RB yang dikeluarkan oleh
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(Kemenpan-RB) untuk tahun 2015 adalah 70,51 persen, yang berarti belum
menunjukkan peningkatan yang maksimal karena masih jauh dibawah target
jangka menengah (2014-2019) yang telah ditetapkan dalam Renstra sebesar 90-100
persen di tahun 2019 sehingga masih perlu upaya komprehensif untuk mencapai
angka maksimal tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan
melakukan evaluasi terhadap implementasi strategi berbasis balanced scorecard
yang sudah berjalan guna memastikan implementasi strategi sudah baik dan efektif.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menentukan
implementasi strategi dan mengevaluasi implementasi strategi balanced scorecard
ditinjau dari prinsip-prinsip Strategy-Focused Organization, serta melakukan
analisis apakah balanced scorecard telah dipahami dan digunakan dengan baik oleh
para pimpinan dan seluruh pegawai untuk pencapaian strategi organisasi. Penelitian
ini menggunakan metode sequential explanatory research. Data diambil dari 231
responden pegawai dan dilanjutkan dengan wawancara mendalam terhadap 9
responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi strategi di
Kementerian Kelautan dan Perikanan ditentukan oleh faktor-faktor kualitas tahapan
strategi dan faktor-faktor pendukung implementasi strategi. Diantara faktor-faktor
kualitas tahapan strategi, kejelasan indikator kinerja berbasis posisi mempunyai
nilai yang paling tinggi dan yang paling rendah nilainya adalah kejelasan penilaian
kinerja. Untuk faktor pendukung yang paling menentukan adalah manajemen
perubahan, sedangkan faktor pendukung yang masih kurang dan harus diperbaiki
adalah dukungan anggaran dan peran unit manajemen strategi. Penelitian juga
menyimpulkan bahwa ditinjau dari lima prinsip Strategy-Focused Organization,
level implementasi balanced scorecard untuk pencapaian strategi oleh para
pimpinan sudah baik. Namun pemahaman pegawai secara keseluruhan terhadap
balanced scorecard masih belum baik.
Implikasi manajerial pada tesis ini adalah ditemukannya faktor dukungan
keuangan yang masih lemah adalah sebagai akibat penganggaran yang belum
sepenuhnya dihubungkan dengan strategi, sehingga perlu dilakukan
penyempurnaan model BSC dengan memasukkan perspektif finansial dalam peta
strategi KKP.Untuk menghilangkan adanya people barrier, KKP harus segera
menyempurnakan sistem reward dan punishment yang jelas, mengaitkan penilaian
kinerja dengan reward dan penghargaan lainnya yang didasarkan pada perbedaan
diantara pegawai yang berkinerja rendah dan yang berkinerja tinggi. KKP harus memperkuat peran SMO khususnya peran sebagai arsitek strategi, yaitu yang
menetapkan kerangka manajemen strategi dan proses manajemen organisasi,
mengubah struktur organisasi, serta fokus bekerja pada proses pengembangan
strategi dan koordinasi lintas fungsi proses bisnis untuk mengimplementasikan
strategi. Terakhir, implementasi strategi berbasis balanced scorecard di
Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat mendukung upaya peningkatan
reformasi birokrasi.
Collections
- MT - Business [4062]
