Analisis Kepemilikan Perencanaan Keuangan Hari Tua Pada Tenaga Kerja Di Kota Bogor
Abstract
Masih sedikit masyarakat yang memiliki perencanaan untuk masa tuanya.
Perencanaan merupakan upaya yang dilakukan untuk memastikan adanya jaminan
pada saat seseorang tidak memiliki pendapatan lagi. Saat ini terdapat beberapa
cara yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan jaminan tersebut, salah
satunya adalah dana pensiun atau dana jaminan hari tua. Bagi mereka yang
bekerja di dunia formal jaminan tersebut telah dikelola oleh perusahaan dan dapat
menjadi perencanaan keuangan yang dipersiapkan untuk hari tua. Namun, bagi
mereka yang bekerja nonformal, seperti wiraswasta hal tersebut tidak lantas
menjadi perencanaan yang pasti dimiliki mengingat mereka sendirilah yang
seharusnya melakukan perencanaan tersebut. Perencanaan keuangan untuk hari
tua tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkat kesadaran akan masa tua (Mayer et al.
2011), pengetahuan keuangan (Agnew et al. 2013), dan toleransi terhadap risiko
(Callan dan Johnshon 2002).
Niat terhadap kepemilikan perencanaan keuangan hari tua juga menarik
untuk dikaji. Hal tersebut mengingat bahwa perilaku akan muncul dengan
diprediksi timbulnya niat untuk melakukannya pada seseorang. Theory of planned
behavior (TPB) yang diusulkan oleh Ajzen (1991) dapat digunakan untuk
mengkaji ketiga faktor sikap terhadap perilaku, norma-norma subjektif, dan
kontrol perilaku yang dirasakan dalam membentuk niat memiliki perencanaan
keuangan hari tua.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat kesadaran
akan masa tua, pengetahuan keuangan, dan toleransi terhadap risiko terhadap
kepemilikan perencanaan keuangan hari tua pada pekerja Kota Bogor. Tujuan
lainnya yakni untuk menganalisis model TPB dalam membentuk niat kepemilikan
perencanaan keuangan hari tua pada pekerja Kota Bogor. Niat tersebut dibentuk
dengan tiga variabel, yakni sikap terhadap perilaku, norma-norma subjektif, dan
kontrol terhadap perilaku.
Hasil penelitian menemukan bahwa jumlah tanggungan merupakan
karakteristik demografi yang erat kaitannya dengan kepemilikan perencanaan
keuangan hari tua individu. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesadaran akan
masa tua dan pengetahuan keuangan berpengaruh negatif terhadap kepemilikan
perencanaan keuangan hari tua. Selanjutnya, hasil penelitian juga menemukan
bahwa tingkat toleransi terhadap risiko memberikan pengaruh positif terhadap
kepemilikan perencanaan keuangan hari tua.
Berdasarkan model yang dibangun tersebut dapat dilihat faktor yang
berpengaruh signifikan terhadap kepemilikan perencanaan keuangan hari tua
pekerja Kota Bogor. Hasil menemukan bahwa faktor kontrol perilaku yang
dirasakan adalah faktor yang berpengaruh signifikan terhadap niat pekerja Kota
Bogor untuk memiliki perencanaan keuangan hari tua. Kontrol perilaku
kepemilikan perencanaan keuangan hari tua masyarakat Bogor juga ditemukan
dipengaruhi oleh jenis pekerjaan yang dimiliki.
Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut diharapkan mampu
diimplementasikan dengan adanya sinergi dari pemerintah, perusahaan tempa bekerja, lembaga pengelola keuangan, dan individu sendiri untuk meningkatkan
perencanaan keuangan hari tua. Hal tersebut dapat dilakukan mengingat terdapat
kontrol perilaku yang dirasakan oleh individu dapat ditingkatkan agar individu
dapat lebih meningkatkan keinginan mereka untuk melakukan perencanaan
keuangan hari tua.
Collections
- MT - Business [4062]
