Pengaruh Faktor Pemilihan Minuman dan Sikap Terhadap Preferensi dan Perilaku Konsumsi Teh Hitam dan Teh Hijau
View/ Open
Date
2017Author
Nugraha, Aditya
Sumarwan, Ujang
Simanjuntak, Megawati
Metadata
Show full item recordAbstract
Teh telah menjadi minuman populer di dunia setelah air mineral. Indonesia
merupakan salah satu produsen teh dunia, namun konsumsi teh di Indonesia masih
rendah. Pasar teh dalam negeri hanya menyerap 40 persen produksi teh nasional
dan sisanya masih diekspor ke negara lain, yang mengindikasikan petani teh
indonesia masih berorientasi ekspor dan volume ekspor teh Indonesia sebagian
besar masih dalam bentuk curah (bulk). Industri teh olahan menunjukkan tren
positif, kondisi ini memperlihatkan masih adanya peluang besar bagi industri hilir
teh dalam mengembangkan produk teh dalam negeri dalam bentuk teh tubruk, teh
celup maupun teh RTD. Oleh karena itu pemasar harus mengerti karakteristik
konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk. Penelitian ini
bertujuan untuk: 1) menganalisis faktor pemilihan minuman, sikap, preferensi dan
perilaku konsumsi teh hitam dan teh hijau; dan 2) menganalisis pengaruh faktor
pemilihan minuman, sikap, dan preferensi terhadap perilaku konsumsi teh hitam
dan teh hijau.
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
non probability sampling dengan teknik convenience sampling. Kriteria
responden yaitu orang yang pernah mengonsumsi teh hitam dan teh hijau dalam
waktu tiga bulan terakhir. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online.
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis Partial Least Square
(PLS), analisis Multi-atribut Fishbein dan analisis konjoin. Data yang diperoleh
diolah dengan menggunakan Microsoft Excel 2013 dan smart PLS 2.0.
Pada faktor internal BCF, indikator rasa memiliki kontribusi tertinggi dan
indikator iklan memiliki kontribusi paling tinggi untuk mencerminkan faktor
eksternal BCF. Hasil analisis sikap multiatribut Fishbein, sikap terhadap klaim
kesehatan pada teh hijau lebih besar daripada teh hijau. Hal ini mengindikasikan
responden lebih percaya teh hijau memiliki manfaat kesehatan dibanding teh
hijau. Sementara itu, teh hitam unggul pada atribut-atribut produk antara lain:
harga, aroma, rasa, merek dan kemudahan memperoleh dibanding teh hijau. Hasil
analisis konjoin, kombinasi produk teh yang paling disukai adalah teh hitam
dengan bentuk celup, sedangkan teh hijau dalam bentuk bubuk paling tidak
disukai oleh responden. Pengeluaran untuk membeli teh hitam lebih tinggi
dibanding dengan teh hijau. Hal ini mengindikasikan preferensi responden teh
hitam lebih tinggi daripada teh hijau.
Beverage Choice Factor (BCF) berpengaruh signifikan terhadap preferensi
konsumen. Sementara sikap tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi
konsumen. Preferensi berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi.
Implikasi manajerial untuk meningkatkan perilaku konsumsi dilihat dari indikator
yang signifikan pada variabel BCF dan melihat manfaat atau situasi konsumsi teh
yang sesuai kebutuhan responden. Perlu pengembangan produk melalui varian
rasa dan aroma yang memberikan kesegaran pada konsumen, serta tidak
melupakan khasiat teh itu sendiri.
Collections
- MT - Business [4063]
