Analisis Model Bisnis Wika Laboratorium Dengan Pendekatan Model Bisnis Kanvas
View/ Open
Date
2017Author
Putra, I Ketut Pasek Senjaya
Syarief, Rizal
Sahara
Metadata
Show full item recordAbstract
Pembangunan di sektor infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah untuk
mendukung perekonomian negara menyebabkan pertumbuhan jasa konstruksi
meningkat signifikan. Efek domino terhadap kebijakan pemerintah tersebut antara
lain meningkatnya kebutuhan jasa pengujian material. WIKA Laboratorium yang
bergerak dalam bisnis jasa pengujian material konstruksi memiliki peluang yang
tinggi untuk dapat berkembang. Saat ini proyek-proyek grup usaha WIKA maupun
non grup usaha WIKA banyak menangani proyek-proyek design and built baik di
dalam negeri maupun di luar negeri sehingga WIKA Laboratorium dituntut untuk
lebih profesional dan dapat menunjukan kelayakannya sebagai salah satu
Laboratorium jasa pengujian yang independen. Data hasil penjualan WIKA
Laboratorium pada kurun waktu 2010-2015 menunjukkan bahwa penjualan WIKA
Laboratorium pada sektor grup usaha WIKA lebih tinggi dibandingkan sektor non
grup usaha WIKA. Hal ini disebabkan oleh kondisi WIKA Laboratorium yang
masih berupa biro dalam perusahaan WIKA dan sistem manajemen yang
konvensional, dimana kepala biro berkerja secara one man show yaitu mengerjakan
banyak hal sendiri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis WIKA
Laboratorium saat ini dan menentukan strategi perbaikan bisnis WIKA
Laboratorium. Bentuk penelitian yang dilakukan menggunakan Model Bisnis
Kanvas dengan menganalisa sembilan elemen dalam bentuk bangunan dasar yang
menunjukkan logika bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan profit. Hasil
indentifikasi model bisnis kanvas antara lain WIKA Laboratorium
mengklasifikasikan pelanggannya menjadi grup usaha WIKA dan non grup usaha
WIKA. Segmen grup usaha WIKA memberikan kontribusi pendapatan 95% dan
segmen non grup usaha WIKA sebesar 5%.
Model bisnis perbaikan WIKA Laboratorium berhasil dirumuskan
berdasarkan perbaikan atas analisis internal dan eksternal terhadap masing-masing
komponen dari model bisnis saat ini. Portofolio pelanggan yang terkonsentrasi,
adanya produk substitusi, system management yang kurang mendukung, prosentasi
jumlah pelanggan eksternal relatif kecil adalah dikarenakaan kurangnya SDM
dalam memasarkan atau mengenalkan jasa pengujian Laboratorium WIKA dan
hampir semua pelaksanaan bisnis prosesnya dilakukan secara manual.
Berdasarkan model bisnis perbaikan tersebut dapat ditetapkan rekomendasi
strategi peningkatan kinerja antara lain adalah menambah SDM profesioanl yang
akan ditempatkan pada struktur organisasi yang baru, fokus untuk mengekplorasi
potensi bisnis dari 95% jumlah pelanggan yang ada, ekspansi dalam rangka
diversifikasi bisnis di luar Jakarta yaitu membuka kantor cabang Laboratorium baru
di beberapa kantor cabang WIKA di seluruh Indonesia dan penggunaan teknologi
guna mendukung bisnis proses WIKA Laboratorium.
Collections
- MT - Business [4063]
