Dampak Hedging Finansial Terhadap Kondisi Financial Distress dan Nilai Perusahaan: Studi Kasus Di Sebuah Perusahaan Tbk Pakan Ternak
View/ Open
Date
2017Author
Sofriani, Novicha
Siregar, Hermanto
Maulana, Tb Nur Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Diterapkannya kurs rupiah mengambang bebas di Indonesia, membawa
dampak positif maupun negatif bagi perusahaan di Indonesia. Perusahaan sektor
publik yang memiliki transaksi berhubungan dengan nilai tukar dan suku bunga
harus memperhatikan kegiatan yang meminimalisir dampak kerugian akibat nilai
tukar. Salah satu cara penanggulangan dampak negatif dari perubahan nilai tukar
tersebut adalah dengan menerapkan instrumen derivatif keuangan yang terencana.
Hedging merupakan salah satu instrumen derivatif yang umum digunakan oleh
perusahaan publik. Berbagai penelitian menyatakan bahwa penerapan hedging
yang tepat sasaran akan menghindarkan perusahaan dari kondisi financial distress
dan meningkatkan nilai perusahaan.
Salah satu cara untuk melakukan penilaian kondisi kesehatan perusahaan
adalah dengan persamaan Z score. Persamaan tersebut telah dibuktikan
efektivitasnya untuk mengukur kecenderungan kebangkrutan akibat financial
distress bagi perusahaan. Nilai Z score diperoleh dengan menghitung rasio-rasio
yang ada pada persamaan Z score, yaitu modal kerja, laba ditahan, EBIT, nilai
pasar dari ekuitas, dan total penjualan. Pengukuran nilai perusahaan digunakan
persamaan Tobin Q. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan hubungan kondisi
financial distress, penerapan hedging dengan nilai perusahaan. Hubungan tersebut
dinyatakan dengan model regresi linier berganda. Model yang diperoleh,
dilakukan uji kelayakan berupa uji normalitas data, multikolinieritas,
heteroskedastisitas, dan autokorelasi.
Hasil perhitungan rasio EBIT, nilai pasar dari ekuitas, dan penjualan total
menunjukan bahwa kondisi saat penerapan hedging signifikan (p value < 0.05)
menghasilkan rasio yang lebih kecil dibandingkan sebelum menggunakan
hedging. Rasio laba ditahan menunjukkan penurunan signifikan (p value < 0.1)
ketika periode sesudah menggunakan hedging. Rasio modal kerja tidak
menunjukan penurunan yang signifikan ketika menggunakan hedging. Kondisi
perusahaan sebelum hedging berada pada kondisi aman, sedangkan setelah
menggunakan hedging perusahaan berada pada kondisi financial distress. Model
yang diperoleh menunjukan bahwa penerapan hedging berkorelasi negatif
signifikan (α 0.10) sebesar 34.2 persen terhadap nilai perusahaan.
Collections
- MT - Business [4062]
