Volatilitas Asimetrik Obligasi Pemerintah Indonesia: Pendekatan E-Garch
View/ Open
Date
2017Author
Rahma, Mivthahul
Achsani, Noer Azam
Irawan, Tony
Metadata
Show full item recordAbstract
Besarnya komposisi obligasi pemerintah Indonesia terhadap total utang
dapat dilihat sebagai strategi pemerintah dalam memperoleh sumber pembiayaan
dengan skema pembayaran yang menguntungkan. Saat ini, sebanyak 97.7% atau
1.991triliun diperdagangkan di pasar modal. Sehingga dapat dikatakan bahwa
portofolio pembiayaan pemerintah sebagian besar jatuh tempo dalam jangka
panjang. Namun, dari jumlah obligasi yang diperdagangkan lebih banyak diserap
atau dimiliki oleh asing, terlepas dari SBN denominasi Non-Rupiah yang memang
diperdagangkan di pasar global. Menambah kepemilikan oleh non residen, SBN
denominasi Rupiah yang diperdagangkan sebanyak 37.59% atau setara dengan
523 triliun dimiliki oleh asing.
Besarnya kepemilikan asing diduga karena expected return yang lebih tinggi
sejalan dengan resiko yang dimiliki. Resiko yang besar diminimalisir dengan
kepemilikan SBN dengan tenor jangka panjang. Berbicara mengenai resiko tidak
terlepas dari asimetri volatilitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan
menganalisa keberadaan asimetri volatilitas pada seri obligasi pemerintah
Indonesia yang diperdagangkan baik di pasar modal domestik maupun global
dengan membandingkan berdasarkan tipe, denominasi dan tenor obligasi.
Hasil olah dengan menggunakan pendekatan E-GARCH untuk menangkap
prilaku asimetri menunjukkan, semakin panjang tenor seri obligasi SUN
denominasi Rupiah yang diperdagangkan di pasar modal domestik, semakin tidak
asimetri terhadap informasi negatif, sedangkan asimetri tidak ditemukan pada seri
obligasi Sukuk denominasi Rupiah yang diperdagangkan di pasar modal domestik
diberbagai tenor. Dengan kata lain, semakin pendek tenor seri obligasi SUN
denominasi Rupiah yang diperdagangkan di pasar modal domestik, informasi
negatif akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan
informasi positif pada magnitude yang sama. Sementara itu, asimetri juga
ditemukan pada seri obligasi SUN dan Sukuk denominasi Dolar Amerika Serikat
yang diperdagangkan di pasar modal global.
Selanjutnya, untuk volatilitas yang diukur dengan menggunakan standar
deviasi, menunjukkan return yang tinggi berbanding terbalik dengan resiko yang
rendah dapat dilihat pada perbandingan seri obligasi SUN dan Sukuk denominasi
Rupiah yang diperdagangkan di pasar modal domestik berdasarkan tenor, dimana
semakin pendek tenor obligasi, memperoleh return yang tinggi, namun dengan
resiko yang rendah. Return dan resiko yang berbanding lurus ditemukan pada
perbandingan seri obligasi SUN dan Sukuk denominasi Rupiah yang
diperdagangkan di pasar modal domestik, dimana seri obligasi Sukuk memiliki
return dan resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan seri obligasi SUN.
Dilain pihak, baik di pasar domestik maupun global, seri obligasi Sukuk memiliki
resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan seri obligasi SUN. Oleh karenanya,
baik di pasar modal domestik maupun global, investor atau manajer sekuritas
dapat mengkombinasi seri obligasi SUN dan Sukuk dalam portofolionya,
sehingga dapat meminimalisir resiko. Selanjutnya, untuk seri obligasi Sukuk
Collections
- MT - Business [4063]
