Optimasi Rute Pengiriman Produk Cv Rst Untuk Meminimumkan Jarak Tempuh Kendaraan dan Biaya Transportasi
View/ Open
Date
2017Author
Ristiani
Bakhtiar, Toni
Iskandar, Budhi Hascaryo
Metadata
Show full item recordAbstract
Permasalahan distribusi dan transportasi menjadi penting karena besarnya
proporsi biaya yang harus dikeluarkan untuk aktivitas-aktivitas distribusi dalam
manajemen logistik. Melihat kontribusi biaya yang besar, diperlukan adanya
usaha dalam rangka meningkatkan efisiensi transportasi melalui optimasi
penggunaan peralatan dan personil transportasi. Pengetahuan perihal penentuan
rute merupakan komponen utama sistem transportasi yang harus dievaluasi dan
diperbaiki dalam rangka menyelesaikan permasalahan transportasi. Persoalan
penentuan rute distribusi sering disebut dengan Vehicle Routing Problem (VRP).
Sistem pengiriman produk pada CV RST yaitu menyewa kendaraan untuk
mengantarkan produk ke pelanggan. Pelanggan didefinisikan sebagai retailer yang
secara kontinu membeli produk pada waktu tertentu setiap bulan. Jumlah
kendaraan yang disewa disesuaikan oleh jumlah pelanggan, artinya satu
kendaraan disewa untuk mengantarkan produk ke satu pelanggan (One-to-One
Relationship). Hal ini dikarenakan kapasitas kendaraan yang disewa hanya cukup
untuk mengantarkan produk ke satu pelanggan. Distribusi dengan sistem sewa
tersebut menyebabkan biaya transportasi tinggi dan menjadi tidak efisien karena
setiap kendaraan dengan tujuan daerah masing-masing pelanggan memiliki biaya
sewa yang berbeda. Tujuan yang diharapkan dapat dicapai dari penelitian ini
adalah memodelkan VRP pada CV RST dalam bentuk pemrograman linear
bilangan bulat (integer linear programming) dan menentukan rute pengiriman
produk yang optimal untuk meminimumkan jarak tempuh kendaraan dan biaya
transportasi.
Metode deskriptif studi kasus digunakan untuk mendapatkan data primer
dan data sekunder. Data-data ini dianalisis menggunakan pendekatan eksak
dengan algoritma branch-and-bound. Penelitian ini menyajikan lima skenario
penggunaan kendaraan dengan kapasitas berbeda, yaitu tiga skenario kendaraan
heterogen dan dua skenario kendaraan homogen. Skenario untuk kecepatan
kendaraan dibagi menjadi skenario optimis dan skenario pesimis. Desain
penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu studi kasus. Studi kasus
menjelaskan lebih mendalam mengenai rute transportasi.
Hasil analisis skenario kapasitas kendaraan menjelaskan bahwa solusi yang
diperoleh skenario 1 dan skenario 2 adalah global optimum, sementara skenario 3,
skenario 4, dan skenario 5 memperoleh solusi feasible. Skenario 2 membutuhkan
waktu analisis lebih lama dari skenario 1 karena variabel bilangan bulat dan
jumlah kendala yang lebih banyak, sehingga iterasinya juga lebih banyak.
Skenario 3 dan skenario 5 memiliki nilai objektif yang sama, yaitu 2877.9. Hal ini
dikarenakan kesamaan jumlah variabel bilangan bulat dan kemiripan kombinasi
armada yang digunakan.
Perhitungan biaya sewa kendaraan menunjukkan bahwa apabila perusahaan
menggunakan skenario kendaraan heterogen, maka biaya sewa kendaraan dapat
berkurang minimal 8.7 persen dan maksimal 38.5 persen. Sementara pada
penggunaan skenario kendaraan homogen, nilai minimal penghematan biaya sewa
Collections
- MT - Business [4063]
