Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja Pada Pt.Best Logistic Service Indonesia
View/ Open
Date
2017Author
Utomo, Sandi
Ma'Arif, Syamsul
Kuswanto, Sadikin
Metadata
Show full item recordAbstract
Dalam membangun sebuah organisasi atau lembaga, baik lembaga swasta
maupun pemerintahan, selain dana diperlukan juga strategi yang matang saat
menyusun sumber daya manusia (SDM). Dengan demikian, organisasi atau
lembaga akan menjadi suatu badan taktis dan effisien. Perencanaan SDM
merupakan unsur penting dalam mengembangkan strategi institusi. Ketersediaan
SDM yang berkualitas dengan mutu tepat adalah mutlak diperlukan di setiap
institusi. Jumlah pegawai yang tepat dapat diketahui dengan analisis beban kerja
dan kebutuhan tenaga kerja. Beban kerja menjadi hal penting untuk diketahui
institusi karena merupakan hal mendasar untuk identifikasi seberapa baik seorang
pegawai melakukan pekerjaan. Jumlah pegawai yang tepat akan membantu
institusi untuk lebih meningkatkan efektifitasnya. Melalui program perencanaan
SDM yang sistematis dapat diperkirakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang
dibutuhkan. Salah satu metode untuk mengukur kebutuhan karyawan berdasarkan
beban kerja adalah metode Workload Indicator of Staffing Need (WISN) suatu
metode ini pun sudah di standardisasi oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)
melalui World Healt Organization (WHO).
Dengan mengamati aktifitas tenaga kerja dalam periode tertentu
berdasarkan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas pokok dapat diketahui
beban kerja dari masing-masing tugas pokok. Besarnya frekuensi melakukan
aktifitas dalam satuan waktu menunjukan besarnya beban kerja. Berdasarkan
beban kerja dapat ditentukan berapa banyak kebutuhan tenaga kerja yang
diperlukan pada suatu area kerja. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan
untuk menganalisis ketersediaan tenaga kerja, kebutuhan tenaga kerja dan
merumuskan impelementasi manajerial PT Best Logistic Service Indonesia (PT
BLSI).
Objek dari penelitian ini adalah tenaga kerja PT BLSI di area Admin dan
Material Control, area Safety QC dan Development, area Shipping, area Staging,
area Supply, dan area Packing. Pengambilan sample dilakukan secara probability
sampling, dan masing-masing area hanya 1 tenaga kerja sebagai sample.
Melalui perhitungan menggunakan metode Workload Indicator of Staffing
Needs dengan teknik work sampling didapatkan hasil analisis beban kerja dan
perhitungan kebutuhan tenaga kerja. Penggunaan waktu kerja produktif untuk
tenaga kerja Admin dan Material Control adalah 71,94% , untuk tenaga kerja
Safety QC dan Development 76,63%, untuk tenaga kerja area Shipping 106,23%,
untuk area Staging 109,98%, untuk area Supply 101,65%, dan untuk area Packing
78,91%. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan waktu
kerja untuk seluruh area belum sepenuhnya produktif dan beban kerja yang
dimiliki belum merata antara satu area dengan area yang lain. Untuk area Admin
dan Material Control, Safety QC dan Development, dan area Packing memiliki
penggunaan waktu produktif di bawah 80% yang artinya beban kerja untuk area tersebut masih rendah dan perlu adanya perubahan formasi atau reposisi untuk
tenaga kerja di area tersebut. Sedangkan untuk tenaga kerja di area Shipping,
Staging, dan Supply memiliki penggunaan waktu produktif di atas 80% yang
artinya beban kerja pada area tersebut cukup tinggi dan menandakan penggunaan
waktu kerja melebihi standar optimum yang mengidentifikasikan tingkat
kelelahan yang cukup tinggi.
Penelitian yang dilakukan pada enam area di PT. BLSI mendapatkan hasil
rataan yang menunjukan kelebihan tenaga kerja sejumlah tujuh orang di area
Admin dan Material Control, lima orang di area Safety QC dan Development, dan
empat belas orang di area Staging. Sedangkan untuk area Shipping kekurangan
tujuh orang, area Supply kekurangan sembilanbelas orang dan kekurangan lima
belas orang di area Packing. Implikasi managerial yang dapat diberikan sebagai
masukan adalah perusahaan perlu melakukan evaluasi ulang terhadap
perencanaan terhadap seluruh area baik dalam rekrutment, kompetensi, dan
pengembangan yang dilakukan.
Collections
- MT - Business [4062]
