Analisis Struktur, Perilaku dan Kinerja Perbankan Indonesia 2008-2015
View/ Open
Date
2017Author
Sinansari, Puti
Priyarsono, D.S
Suprayitno, Gendut
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan jumlah bank di Indonesia semakin meningkat diiringi
dengan arus globalisasi yang menyebabkan tingkat persaingan di industri
perbankan semakin ketat. Persaingan yang ketat mengharuskan bank untuk
meningkatkan kinerjanya secara sehat dan solid. Kesehatan perbankan dapat
memberi gambaran secara komprehensif mengenai kondisi industri perbankan
Indonesia. Kesehatan perbankan saja tidak cukup dalam mendefinisikan secara
detail keadaan bank, sehingga diperlukan pendekatan melalui model organisasi
industri dengan menggunakan instrumen struktur, perilaku, dan kinerja
Aspek penunjang keberhasilan dari suatu industri terdiri atas tiga hal yaitu,
struktur, perilaku dan kinerja. Perbankan Indonesia memiliki jumlah dan
klasifikasi bank yang beragam, selain itu dari segi regional beberapa daerah
memiliki regional champion tersendiri. Hal ini tentu berpengaruh terhadap
perilaku perbankan, terutama pada intensitas penjualan. Perilaku perbankan
sendiri dibagi ke dalam empat hal yaitu secara segmentasi, regional, jenis
konsumen dan fungsinya. Sedangkan pada aspek kinerja perbankan diukur dari
profit yang diperoleh dari usaha bisnis bank tersebut. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis struktur, perilaku dan kinerja industri perbankan
dan variabel yang mempengaruhi. Selain itu dilakukan juga analisis pengaruh
faktor kesehatan perbankan terhadap struktur, perilaku dan kinerja perbankan
Indonesia.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berasal dari
laporan tahunan perbankan yang diunggah secara resmi. Jumlah populasi
perbankan sejumlah 118 bank, namun karena keterbatasan data yang ada maka
hanya 78 bank saja yang diukur dalam penelitian ini. Data diolah dengan
menggunakan analisis data panel, analisis ini digunakan untuk mengetahui
pengaruh dari variabel terhadap struktur, perilaku dan risiko perbankan Indonesia.
Berdasarkan hasil analisis regresi data panel menunjukkan bahwa struktur
perbankan Indonesia tergolong dalam struktur oligopoli yang dikuasai oleh
beberapa bank besar. Struktur perbankan yang bersifat oligopoli ini
mempengaruhi perilaku perbankan dari segi perilaku penjualan, hanya bank-bank
yang memiliki aset besar saja yang dapat menarik nasabah yang tersebar di
seluruh Indonesia. Struktur dan perilaku perbankan ini akhirnya mempengaruhi
kinerja perbankan, yaitu nilai agregasi kinerja perbankan Indonesia yang
didominasi oleh bank beraset besar yang berkuasa di Indonesia.
Kesehatan perbankan yang terdiri dari modal, aset, manajemen,
rentabilitas, likuiditas, dan sensitivitas terhadap risiko. Variabel aset dan
rentabilitas (ROA) merupakan variabel dari kesehatan perbankan yang
mempengaruhi struktur, perilaku dan kinerja. Trend aset yang meningkat dari
tahun 2008 – 2015 merupakan pertanda bahwa kegiatan perbankan di Indonesia
meningkat ditinjau dari segi aset. Sedangkan ROA di tahun 2008 hingga 2014
bernilai stabil namun di 2015 terjadi sedikit penurunan. Penurunan ini disebabkan
karena bank lebih berhati-hati dalam berbisnis antara lain membentuk cadangan
kerugian penurunan nilai keuangan (CKPN) seiring dengan meningkatnya kredit macet. Secara umum kesehatan perbankan Indonesia tahun 2008 – 2015
meningkat dari segi aset dan menurun sedikit dari segi ROA.
Implikasi manajerial yang dapat dilakukan dalam menghadapi hal ini terbagi
menjadi dua hal. Bagi pemegang kebijakan, diharapkan dapat lebih
mengoptimalkan dan mengarahkan peran Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta kemandirian
finansial masyarakat. Selain itu juga turut menjaga stabilitas sistem keuangan
sebagai landasan bagi pembangunan berkelanjuta, sedangkan bagi para pelaku
bisnis, diharapkan berperan dalam mengoptimalkan sektor ekonomi produktif
dengan inovasi, efisiensi, daya saing dan penerapan good corporate governance.
Collections
- MT - Business [4062]
