Analisis Perkembangan Produksi dan Ekspor Biji Kakao Indonesia Periode 1990-2013
View/ Open
Date
2017Author
Kindangen, Henoch
Hartoyo, Sri
Baga, Lukman M
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan luas areal, produksi, produktivitas, dan ekspor kakao
Indonesia tidak lepas dari pengaruh berbagai kebijakan kakao yang diterapkan
oleh pemerintah Indonesia dan lembaga kakao dunia yaitu ICCO. Kebijakankebijakan yang langsung berhubungan dengan kakao berupa standar mutu. nilai
tambah dan perluasan areal tanam, sedangkan yang berhubungan tidak langsung
adalah kebijakan upah tenaga kerja, subsidi pupuk dan depresiasi dan apresiasi
nilai tukar. Selain itu, dengan posisi rebut tawar Indonesia yang lemah, maka
perubahan-perubahan ekspor negara pesaing dan total ekspor dunia akan
mempengaruhi perkembangan luas areal, produksi, produktivitas, serta
perkembangan ekspor kakao di Indonesia. Oleh karena itu, pertanyaannya adalah
berapa besar dampak kebijakan ekonomi makro yang berkaitan dengan
perkembagan kakao, seperti luas areal, produksi, produktivitas, serta
perkembangan ekspor kakao di Indonesia
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, berupa
data time series pada periode tahun 1991 hingga 2013. Sumber data yang
digunakan dari FAO, International Cocoa Organization (ICCO), Kementrian
Pertanian, Kementrian Perindustrian dan Perdagangan, Direktorat Jenderal
Perkebunan Indonesia, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Identifikasi model
struktural dilakukan berdasarkan order condition model perilaku ekonomi kakao
dalam penelitian ini adalah over identified. Oleh karena itu, analisis perilaku
kakao dilakukan pendekatan simultan menggunakan metode 2 SLS.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa seluruh hipotesa penelitian berpengaruh sesuai tujuan
penelitian. Teknologi dan harga domestik berpengaruh positif terhadap
produktivitas biji kakao, upah buruh dan harga pupuk berpengaruh negatif
terhadap produktivitas biji kakao. Luas lahan yang dipengaruhi positif oleh harga
domestik kakao dan negatif oleh upah buruh. Harga domestik biji kakao
dipengaruhi positif oleh harga internasional, permintaan domestik, kurs rupiah
terhadap dollar, dan supply memiliki pengaruh negatif terhadap harga domestik
biji kakao. Permintaan kakao dipengaruhi negatif oleh harga domestik dan positif
oleh trend waktu. Harga internasional dan kurs memilik pengaruh positif terhadap
ekspor kakao Indonesia. Strategi dalam rangka mempertahankan dan
meningkatkan mutu kakao indonesia yang berdampak ke daya saing kita terhadap
negara lain, sebaiknya kebijakan difokuskan pada produksi kakao melalui
perluasan luas areal kakao dan peningkatan produktivitas kakao
Collections
- MT - Business [4062]
