Analisis Pengaruh Guncangan Makroekonomi Terhadap Integrasi Pasar Modal Di Asean 5
View/ Open
Date
2017Author
Anriansyah, Iyan
Siregar, Hermanto
Maulana, Tb Nur Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Globalisasi membuat investor memiliki banyak pilihan untuk melakukan
investasi di pasar modal manapun. Penerapan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA)
akan meningkatkan interaksi dalam bidang ekonomi, dimana transaksi perdagangan
antar negara akan meningkatkan. Peningkatan transaksi antar negara akan membuat
aliran modal dan barang akan masuk dan keluar dari suatu negara yang dapat
menyebabkan terjadinya integrasi antara pasar modal satu dengan pasar modal
negara lain. Saham merupakan salah satu instrument investasi yang
menguntungkan di pasar modal. Salah satu indikator yang digunakan untuk melihat
pergerakan saham adalah indeks harga saham gabungan. Indeks harga saham
gabungan merupakan gambaran perekonomian suatu negara yang dapat
dipengaruhi oleh variabel makroekonomi.
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh guncangan variabel
makroekonomi terhadap integrasi pasar modal di ASEAN 5. Tujuan penelitian ini
adalah (1) menganalisis hubungan kausalitas yang terdapat antar indeks saham di
pasar modal ASEAN 5, (2) menganalisis pengaruh guncangan variabel
makroekonomi terhadap integrasi indeks saham di pasar modal ASEAN 5, (3)
menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap integrasi indeks saham di
pasar modal ASEAN 5.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data
indeks harga saham gabungan yang digunakan adalah indeks yang digunakan di
lima negara ASEAN yaitu Indonesia (IHSG), Malaysia (KLCI), Singapura (STI),
Thailand (SETI) dan Filipina (PSEI) serta data variabel makroekonomi yang
digunakan adalah variabel makroekonomi di Indonesia yaitu produksi industri (IPI),
inflasi (INFI), suku bunga (SBI) dan nilai tukar (KURSI). Metode penelitian yang
digunakan adalah analisis VAR/VECM menggunakan impulse response function
(IRF) dan forecast error variance decomposition (FEVD) serta granger kausalitas
dengan periode penelitian selama 2001-2016.
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan kausalitas antar indeks
ASEAN 5, baik itu secara dua arah dan satu arah. IHSG dan STI memiliki hubungan
kausalitas dua arah, serta kedua indeks ini memberikan pengaruh searah terhadap
PSEI, KLCI dan SETI. Hasil ini menunjukkan indeks IHSG dan STI memiliki
posisi yang cukup kuat dan berpengaruh diantara pasar modal ASEAN 5. Variabel
inflasi (INFI) memiliki hubungan yang negatif terhadap indeks ASEAN 5, hal ini
dikarenakan INFI merespon positif guncangan dirinya sendiri, sehingga
menyebabkan respon yang diberikan oleh indeks ASEAN 5 adalah negatif. Variabel
nilai tukar Indonesia (KURSI) memiliki hubungan yang negatif terhadap kelima
indeks ASEAN 5, hal ini dikarenakan terdapat penurunan respon KURSI yang
diberikan oleh dirinya sendiri, sehingga menyebabkan indeks ASEAN 5 merespon
positif guncangan yang diberikan oleh KURSI. Variabel suku bunga (SBI) memiliki
hubungan yang negatif terhadap indeks ASEAN 5, hal ini dikarenakan SBI
merespon positif guncangan yang diberikan dirinya sendiri, sehingga menyebabkan
respon yang diberikan oleh indeks ASEAN 5 terhadap guncangan suku bunga di Indonesia (SBI) adalah negatif. Variabel industri produksi (IPI) memiliki hubungan
yang positif terhadap kelima indeks ASEAN 5, hal ini dikarenakan terdapat
penurunan respon IPI yang diberikan oleh dirinya sendiri, sehingga menyebabkan
indeks ASEAN 5 merespon negatif guncangan yang diberikan oleh IPI.
Guncangan variabel makroekonomi lebih memberikan kontribusi
dibandingkan dengan variabel indeks ASEAN 5 itu sendiri, dimana pergerakan
indeks IHSG dan KLCI lebih disebabkan karena inflasi di Indonesia, sedangkan
pergerakan PSEI, SETI dan STI lebih disebabkan karena tingkat suku bunga di
Indonesia. Inflasi di Indonesia memberikan kontribusi paling tinggi terhadap
pergerakan indeks saham di Malaysia (KLCI). Produksi industri di Indonesia
memberikan kontribusi paling tinggi terhadap pergerakan indeks saham di
Indonesia (IHSG). Nilai tukar di Indonesia memberikan kontribusi paling tinggi
terhadap pergerakan indeks saham di Indonesia (IHSG). Suku bunga Indonesia
secara keseluruhan paling berkontribusi terhadap pergerakan indeks di ASEAN 5.
Collections
- MT - Business [4063]
