Kelayakan Proyek Pembangunan Jaringan Gas Kota (Kasus: Jaringan Pipa Beji - Blok M)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan investasi rencana
pembangunan jaringan gas kota (city gas) dari aspek pembelanjaan perusahaan,
faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi performa bisnis dan
merumuskan alternatif strategi untuk pengembangan bisnis beserta urutan
prioritasnya.
Hasil analisis capital budgeting menunjukkan bahwa proyek ini layak untuk
dijalankan karena memiliki nilai nett present value (NPV) positif sebesar Rp.
19.427 Milyar pada tingkat diskonto yang ditentukan dan nilai ini lebih besar dari
present value atas arus kas keluar. Sementara itu, internal rate of return (IRR)
proyek ini 19.11%, lebih besar dari pada tingkat diskonto atau hurdle rate yang
ditetapkan perusahaan yakni 15.26%. Payback period (PP) atau jangka waktu
pengembalian atas investasi pada proyek ini adalah 4.19 tahun dan lebih kecil dari
waktu ekonomis proyek 20 tahun. Di sisi lain, profitability index (PI) proyek ini
adalah sebesar 1,19, sehingga proyek ini dikatakan layak dijalankan karena PI
lebih besar dari 1.
Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa NPV sangat sensitif terhadap
perubahan harga jual gas di mana proyek akan mencapai titik impas apabila harga
jual gas turun hingga 7.5%. Sementara itu, keekonomian proyek masih bisa
mentolerir kenaikan harga beli gas sebesar 18%, penurunan volume penjualan
hingga 13.5% dan kenaikan biaya investasi hingga 25%.
Analisis faktor eksternal mendapatkan skor 3.261 di mana angka ini masih
di atas nilai rata-rata yaitu 2.5. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
melakukan program kerja yang benar dengan mengambil keuntungan dari
peluang-peluang yang ada untuk mengatasi ancaman-ancaman bagi perusahaan.
Analisisfr faktor internal mendapatkan skor 2.541 dimana angka ini masih di atas
nilai rata-rata industri yaitu 2.5. Hal ini mengindikasikan bahwa masih ada ruang
untuk melakukan perbaikan-perbaikan dari sisi operasi, strategi, kebijakan dan
prosedur. Analisis matriks QSPM menunjukkan bahwa strategi “penetrasi pasar
secara agresif dengan memperluas area gas kota di wilayah yang potensial dengan
aktivitas komersial yang tinggi” memiliki nilai TAS tertinggi yaitu 10.943.
Strategi pertama ini sangat penting untuk memperbesar pangsa pasar yang tentu
saja didukung dengan kemampuan finansial perusahaan dan dukungan regulasi
dari pemerintah. Strategi kedua dan ketiga juga sangat penting untuk dijalankan
yaitu “melakukan kontrak jangka panjang dengan pelaku usaha hulu gas untuk
menjamin keberlangsungan suplai” dan “mengutamakan pengembangan area yang
dekat dengan pipa distribusi dan transmisi”.
Collections
- MT - Business [4063]
