Perancangan Strategi Peningkatan Manajemen Mutu Terpadu Pada Perusahaan Manufaktur
Abstract
Tren perkembangan produksi dan penjualan suku cadang akan terus
meningkat seiring dengan peningkatan produksi kendaraan bermotor di Indonesia,
salah satunya adalah industri pembuatan suku cadang berbahan dasar karet.
Karena skala produksinya yang besar, maka industri otomotif menggunakan
sistem manufaktur dalam produksinya. Salah satu perusahaan yang bergerak
dalam industri manufaktur berbahan dasar karet yang membuat suku cadang
kendaraan yaitu CV XYZ dan PT HIJ. Perkembangan produksi yang meningkat
tidak menentukan tingginya pertumbuhan dari penjualan suku cadang sepeda
motor, seperti hal yang terjadi beberapa tahun kebelakang yaitu berkurangnya
market share dari bisnis pembuatan suku cadang sepeda motor, dikarenakan
menurunnya pertumbuhan penjualan kendaraan sepeda motor. Berkurangnya
market share dari bisnis pembuatan suku cadang menyebabkan kinerja keuangan
CV XYZ berkurang. Hal ini sangat tidak diinginkan oleh pimpinan perusahaan
CV XYZ. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan telah merumuskan strategi
sementara untuk meningkatkan persaingan pasar dari bisnis pembuatan suku
cadang kendaraan bermotor melalui peningkatan manajemen mutu terpadu. Oleh
karena itu, agar strategi sementara tersebut dapat sesuai dengan tujuan
peningkatan kinerja keuangan perusahaan, perlu diadakannya penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat implementasi faktor-faktor TQM
(Manajemen Kualitas Terpadu) pada perusahaan, kemudian mengkaji tingkat
kepentingan mendapatkan sertifikasi mutu ISO 9001:2008 dalam melaksanakan
TQM, kemudian mengkaji kinerja TQM pada perusahaan, menganalisa
permasalahan dan penentuan faktor kritis implementasi TQM, yang terakhir
merumuskan strategi peningkatan TQM. Penelitian ini dilakukan pada Bulan
September sd November 2015 untuk perusahaan CV XYZ, sedangkan untuk PT
HIJ dilakukan pada Bulan Desember 2015 sd Februari 2016. Lokasi penelitian ini
yaitu di CV XYZ dan PT HIJ yang berada di Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling).
Penentuan responden penelitian dilakukan dengan metode pendekatan
secara sengaja dengan membaginya menjadi dua bagian untuk menjawab dari
kuesioner yang disediakan. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif dan analisa kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara sengaja
(purposive sampling), dengan tahapan pengolahan data yaitu menguji mutu
kuesioner melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian mengevaluasi tingkat
implementasi TQM pada masing-masing perusahaan dengan menghitung nilai
rata-rata dari masing-masing atribut TQM yang dihasilkan, kemudian menyusun
diagram sebab-akibat, menilai tingkat implementasi dari masing-masing
perusahaan dengan memberikan skala penilaian berdasarkan kondisi yang ada,
menyusun House of Quality (HOQ) dengan menggunakan metode QFD,
kemudian menganalisa penyelesian masalah yang dihasilkan dari penyusunan
QFD menggunakan analisa 5W + 1H dan setelah itu menentukan prioritas
perbaikan dengan menggunakan metode Fuzzy AHP.
Collections
- MT - Business [4063]
