Strategi Penerapan Knowledge Management Untuk Peningkatan Layanan Akademik Perguruan Tinggi Di Indonesia
View/ Open
Date
2017Author
Nur, R.Novie Nayyarah
Fauzi, Anas Miftah
Sukoco, Eng Heru
Metadata
Show full item recordAbstract
Paradigma baru telah mengubah orientasi persaingan perguruan tinggi
bukan hanya pada level nasional tetapi juga bergeser pada persaingan global.
Pada tahun 2016 Indonesia mulai memasuki penerapan Masyarakat Ekonomi
Asean (MEA) dan pemerintah akan membuka perizinan investasi perguruan tinggi
asing mulai tahun 2017. Tantangan dan peluang MEA serta masuknya perguruan
tinggi asing akan menguji kesiapan daya saing dan produktivitas bangsa
Indonesia. Selain itu, data yang disimpan di perguruan tinggi dari waktu ke waktu
semakin besar volumenya, tetapi belum termanfaatkan secara optimal untuk
menciptakan nilai tambah bagi komunitas, organisasi, dan masyarakat. Penerapan
Knowledge Management (Manajemen Pengetahuan, KM) dalam perguruan tinggi
sangat penting karena perguruan tinggi merupakan produsen dan pendiseminasi
ilmu pengetahuan yang dilakukan melalui proses pembelajaran, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
bentuk penerapan KM, tingkat kematangan KM, tingkat kematangan
interoperabilitas sistem informasi/aplikasi KM serta merumuskan rekomendasi
strategi penerapan KM untuk peningkatan layanan akademik di perguruan tinggi.
Analisis penerapan KM dilakukan di empat perguruan tinggi teratas di
Indonesia berdasarkan versi pemeringkatan Kementerian Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi Tahun 2016 yaitu ITB, UGM, UI dan IPB. Teknik
pengumpulan data untuk analisis penerapan KM dilakukan dengan analisis konten
yang terkait dengan faktor penting untuk strategi KM suatu organisasi. Teknik
analisis dan pengolahan data dilakukan dengan teknik desktriptif kualitatif.
Analisis tingkat kematangan KM dilakukan dengan metode survey dengan
penyebaran kuesioner berdasarkan instrumen general knowledge maturity model
(G-KMMM) yang dikembang sesuai keperluan penelitian dan analisis konten.
Analisis tingkat kematangan interoperabilitas aplikasi KM dilakukan dengan
penyebaran kuesioner dengan instrumen information system interoperability
maturity model (ISIMM). Perumusan strategi dilakukan dengan analisis SWOT.
Data diperoleh dari ITB, UGM, UI, IPB, serta 510 civitas akademika IPB.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat perguruan tinggi teratas di Indonesia
telah memiliki infrastruktur dasar untuk penerapan KM, pihak manajemen secara
aktif turut melakukan promosi atas inisiatif KM dengan mengartikulasikan
strategi KM serta menyediakan alokasi anggaran dan sistem rewards. Beberapa
pilot project dilakukan untuk mengembangkan aplikasi KM ke dalam tingkat yang
lebih tinggi. Pemanfaatan aplikasi KM belum dilakukan secara optimal,
knowledge sharing belum menjadi budaya. Tingkat kematangan penerapan KM di
Perpustakaan ITB, UGM, UI dan IPB berada pada level 3. Hasil pengukuran
tingkat kematangan interoperabilitas ketujuh aplikasi layanan akademik di IPB
rata-rata baru mencapai level 3 dan masih dalam tahap integrasi data.
Collections
- MT - Business [4063]
