Pengaruh Indeks Bursa Luar Negeri, Indikator Makroekonomi dan Krisis Ekonomi Global Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Di Indonesia
View/ Open
Date
2016Author
Aditya
Sinaga, Bonar M.
Maulana, Tb. Nur Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Pasar modal memiliki peran penting sebagai sarana investasi yang berguna
bagi pembangunan. Dalam berinvestasi di pasar modal, nilai harga saham menjadi
pertimbangan yang sangat penting, sejalan dengan globalisasi ekonomi harga
saham tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan fenomena yang terjadi
di dalam negeri, namun dipengaruhi juga oleh oleh gejolak ekonomi dan
peristiwa-peristiwa di luar negeri. Salah satu instrumen investasi yang populer di
pasar modal adalah saham, dimana imbal saham direfleksikan oleh fluktuasi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi tolak ukur penting dalam
menggambarkan kondisi pasar yang sedang terjadi dan saat ini indeks harga
saham digunakan sebagai barometer keadaan ekonomi suatu negara.
Pergerakan indeks harga saham gabungan dipengaruhi oleh banyak faktor
sehingga perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Fluktuasi harga penutupan dapat
disebabkan oleh faktor external seperti krisis global, guncangan indeks saham luar
negeri, faktor makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, nilai tukar mata uang,
harga emas dunia, dan faktor internal kinerja emiten bersangkutan seperti
perubahan pendapatan, laba bersih dan perubahan nilai buku perusahaan.
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis (1) pengaruh faktor eksternal
luar negeri yaitu indeks saham DJIA (Amerika Serikat), Nikkei 225 (Jepang),
DAX (Jerman), harga emas dunia dan krisis ekonomi global terhadap IHSG, dan
(2) pengaruh faktor eksternal dalam negeri yaitu BI rate, inflasi dan nilai tukar
mata uang rupiah/USD terhadap IHSG. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Januari 2016 - Maret 2016. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dan
persamaan regresi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder bulanan
runtun waktu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor eksternal luar negeri yaitu
indeks saham DJIA dan Nikkei 225 berpengaruh positif terhadap IHSG sedangkan
krisis ekonomi memberikan pengaruh negatif terhadap IHSG, dan faktor eksternal
dalam negeri yaitu BI rate dan nilai tukar mata uang rupiah/USD berpengaruh
negatif terhadap IHSG.
Collections
- MT - Business [4062]
