Analisis Aliran Perdagangan dan Strategi Pengembangan Ekspor Lobster Indonesia
View/ Open
Date
2016Author
Rahmah, Lia Nur Alia
Oktaviani, Rina
Daryanto, Heny K.
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu komoditas yang berpotensi dikembangkan untuk komoditas ekspor
adalah lobster, yang dikenal dengan nama daerah udang barong. Berdasarkan
Boesono et al. (2011), udang karang (Spiny lobster, Panulirus sp.) termasuk
komoditi perikanan laut yang mempunyai peranan penting sebagai komoditas
ekspor dari jenis udang-udangan (Crustacea). Indonesia merupakan negara
penghasil lobster terbesar ke-5 setelah Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan
Bahama (USDA 2009). Selain itu, lobster merupakan komoditas perikanan yang
mempunyai nilai ekonomi tinggi dan telah dikenal sebagai salah satu komoditi
mewah. Berdasarkan Jones (2008) pasar ekspor lobster Indonesia mencakup
sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Hong Kong dan Taiwan menjadi pasar
utama, walaupun ada juga produk yang dijual langsung ke kawasan utara Cina,
Singapura, dan Jepang.
Berdasarkan uraian diatas, lobster memiliki potensi yang besar untuk
dikembangkan. Terlebih lagi, terdapat kecenderungan meningkatnya konsumsi
dunia terhadap produk hasil perikanan. Hal tersebut menjadi peluang bagi Indonesia
untuk mengembangkan ekspor lobsternya di pasar Internasional. Namun demikian,
Indonesia harus menghadapi berbagai tantangan di tengah ketatnya persaingan pada
era globalisasi perdagangan ini. Terlebih lagi, volume ekspor lobster Indonesia
mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2014 telah terjadi
penurunan ekspor segar dan beku sebesar 38%, dari semula 5 ribu ton menjadi 3.2
ribu ton. Selain itu, nilai ekspor lobster pada tahun 2014 pun ikut menurun cukup
signifikan sebesar 40% dari tahun sebelumnya (BPS 2015c). Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi posisi daya saing lobster
Indonesia di pasar internasional (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi
aliran perdagangan lobster Indonesia ke negara-negara tujuan ekspor (3)
merumuskan strategi alternatif pengembangan ekspor lobster Indonesia.
Penelitian ini menggunakan analisis RCA (Revealed Comparative
Advantage) dan EPD (Export Product Dynamict) untuk mengidentifikasi posisi
daya saing lobster Indonesia di pasar internasional. Faktor-faktor yang
memengaruhi aliran perdagangan lobster ke negara tujuan ekspor dianalisis
menggunakan fungsi permintaan ekspor dengan data panel. Jenis data yang
digunakan dalam menjawab kedua tujuan tersebut adalah data sekunder berupa data
time series dengan rentang waktu 2005-2014 dan data cross section dari beberapa
negara tujuan utama ekspor lobster Indonesia. Adapun dalam merumuskan strategi
alternatif pengembangan ekspor lobster, penelitian ini menggunakan metode
Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan melibatkan pendapat para pakar.
Hasil analisis menggunakan metode RCA menunjukkan bahwa Indonesia
memiliki kinerja daya saing yang paling baik di negara Hongkong. Sementara itu
di negara Taiwan, Cina, Malaysia, dan Australia daya saing lobster Indonesia juga
cukup baik, walaupun pada beberapa periode penelitian nilai indeks RCA di negaranegara tersebut masih bernilai kurang dari 1 (RCA<1). Adapun di negara Jepang,
Amerika Serikat, dan Singapura daya saing lobster Indonesia menunjukkan hasil yang lemah karena kalah saing dalam memasok lobster dengan negara pengekspor
lainnya. Hasil analisis EPD menunjukkan bahwa hanya pasar Amerika Serikat dan
Taiwan yang berada di posisi yang paling diinginkan (Rising Star). Pasar negara
Singapura, Malaysia, dan Australia perlu mendapatkan perhatian lebih karena
berada dalam posisi Lost Opportunity, lobster Indonesia tidak kompetitif di negaranegara
tersebut sehingga pasar yang tersedia diisi oleh negara lain. Pasar Cina
berada dalam posisi Falling Star diduga karena terjadinya perlambatan
pertumbuhan Ekonomi Cina yang berdampak pada penurunan permintaan produk
impor. Sementara itu, daya saing lobster Indonesia di negara Jepang dan Hongkong
berada posisi Retreat karena pasar telah mengalami kejenuhan.
Berdasarkan hasil estimasi data panel menggunakan fungsi permintaan ekspor,
semua faktor yang memengaruhi aliran perdagangan ekspor lobster Indonesia ke
negara tujuan (GDP per kapita, jarak ekonomi, nilai tukar, harga ekspor, dan
perjanjian perdagangan bebas) berpengaruh secara signifikan terhadap nilai ekspor
lobster. Sementara itu, berdasarkan hasil perbandingan berpasangan menggunakan
metode AHP, rekomendasi alternatif strategi yang diprioritaskan dalam
pengembangan ekspor lobster Indonesia adalah pengembangan infrastuktur dan
teknologi pembesaran, kemudian disusul regulasi perdagangan, dan peningkatan
kualitas produk.
Collections
- MT - Business [4062]
