Analisis Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal Terhadap Return Saham Subsektor Sawit Di Bursa Efek Indonesia
View/ Open
Date
2016Author
Djibran, Rizki Prasojo Ilmawan
Hartoyo, Sri
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
Pasar modal merupakan tempat dimana perusahaan dapat memperoleh
sumber pembiayaan dari berbagai instrumen keuangan dalam bentuk surat berharga
atau sekuritas. Saham merupakan salah satu produk pasar modal yang mampu
menarik minat investor karena adanya pergerakan harga saham yang fluktuatif.
Kenaikan harga saham dapat mencerminkan kondisi fundamental perusahaan,
sehingga apabila kinerja perusahaan membaik harga saham akan meningkat dan
menghasilkan nilai return saham yang baik.
Subsektor perkebunan sawit merupakan penyumbang neraca perdagangan
ekspor nomor dua di Indonesia sehingga menjadi subsektor yang berperan strategis
terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, penyerapan tenaga kerja dan
modal yang tinggi di subsektor ini mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja
dan memberikan kontribusi untuk memberikan pendapatan masyarakat. Subsektor
perkebunan sawit merupakan salah satu alternatif investasi saham di pasar modal.
Terdapat sebuah fenomena tren return yang cenderung menurun pada periode tahun
2010-2015. Sebagai subsektor yang mengandalkan ekspor, pelemahan nilai tukar
Rupiah terhadap US$ sepanjang tahun 2010-2015 seharusnya dapat memperbaiki
kinerja emiten, namun yang terjadi adalah sebaliknya. Harga CPO menunjukkan
tren menurun selama tahun 2010-2015 yang diduga memiliki pengaruh terhadap
return saham subsektor perkebunan sawit. Pada tahun 2016 tren harga CPO
menujukkan peningkatan dan dapat menjadi sentimen positif.
Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh faktor internal dan eksternal
telah banyak dilakukan dengan berbagai subsektor penelitian dan hasil yang
bervariasi. Penelitian yang dilakukan oleh Munte (2009), Wulandari (2009),
Setyandari (2012), Utami (2014), dan Huda (2015) menemukan hasil yang
bervariasi mengenai pengaruh faktor internal berupa rasio keuangan terhadap return
saham, sementara penelitian yang dilakukan oleh Arianto (2011), Kewal (2012),
Naditia (2013), Muthia (2015), dan Dirga (2015), menemukan hasil yang bervariasi
mengenai faktor eksternal berupa faktor makroekonomi terhadap return saham.
Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh kondisi fundamental perusahaan
serta makroekonomi menghasilkan pengaruh yang berbeda-beda terhadap return
saham. Oleh karena itu, Penelitian ini dilakukan kembali untuk menganalisis
pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap return saham subsektor perkebunan
sawit. Penelitian mengguanakan analisis deskriptif dan analisis regresi data panel
dengan periode penelitian selama 2010-2015 dengan tujuh emiten yang tidak
pernah delisting selama waktu penelitian. Variabel independen dalam penelitian
adalah nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar (NTR), inflasi (INF), juga harga
minyak CPO (HMS) serta faktor internal seperti quick ratio (QR), debt on equity
(DER), earning per share (EPS), price earning ratio (PER), dan return on equity
(ROE). Variabel dependen penelitian ini adalah return saham subsektor perkebunan
sawit di Indonesia.
Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa emiten subsektor perkebunan
sawit secara bersama-sama menunjukkan hasil yang bervariasi terhadap return
saham. Variabel internal Quick Ratio (QR), Price Earning Ratio (PER)
menghasilkan pengaruh signifikan terhadap return saham subsektor perkebunan
sawit. Variabel eksternal Harga CPO (HMS) menghasilkan pengaruh yang
signifikan terhadap return saham subsektor perkebunan sawit pada taraf nyata lima
persen. Tren harga CPO yang meningkat di tahun 2016 membuat emiten subsektor
perkebunan sawit dapat dijadikan pilihan investasi portofolio bagi investor yang
menggunakan pendekatan fundamental.
Collections
- MT - Business [4063]
