Strategi Pengembangan Bisnis Unit Simpan Pinjam (Usp) Nusa Makmur Induk Koperasi Syirkah Muwanah Nusantara
View/ Open
Date
2016Author
Saktiyanto, A.M.Heri
Rifin, Amzul
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Seperti negara berkembang lainnya di dunia, masyarakat pedesaan di
Indonesia yang berkeinginan mengembangkan usaha sering mengalami kesulitan
dalam permodalan. Masalah ini dialami karena akses terhadap perbankan baik
syariah maupun konvensional yang sulit, tidak adanya agunan yang dijaminkan
serta pemahaman soal kredit perbankan yang rendah. Masyarakat Indonesia yang
secara kuantitas didominasi oleh muslim dan tinggal di pedesaan membutuhkan
kredit dengan skala kecil atau kredit mikro untuk modal kerja mereka. Dari
jumlah penduduk muslim itu, 60 persen diantaranya diklaim sebagai bagian dari
organisasi massa Nahdlatul Ulama (NU). Karena dianggap penting, maka pada
2012, NU membuka sebuah unit simpan pinjam (USP) yang dinamakan USP
Nusa Makmur Syariah Microfinance. Lembaga ini dikelola secara independen
dibawah sebuah induk koperasi di lingkungan NU yang memiliki koperasi primer
paling signifikan yakni Induk Koperasi Syirkah Muawanah Nusantara
(Inkopsimnus).
USP Nusa Makmur diambil sebagai studi kasus penelitian karena lembaga
ini telah berhasil memperoleh komitmen pinjaman kredit dari Raptor Capital
Management (RCM),sebuah lembaga investasi yang berbasis di Singapura sebesar
Rp 2,7 Trilyun atau 200 Juta US Dollar dalam jangka waktu 10 tahun sejak
perjanjian kerjasama pada 2012. Dalam tiga tahun terakhir, unit ini sudah
menyalurkan kredit ke 30 koperasi dan Baitul Mal wa Tamwil (BMT) dengan
perolehan bagi hasil usaha sebesar Rp 3,2 Milyar atau 245 ribu US Dollar.
Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan bisnis dari USP Nusa Makmur.
Analisa data menggunakan metode SWOT dan QSPM dengan sejumlah
responden terpilih berupa para pelaku di USP Nusa Makmur dan responden
eksternal diantaranya dari pemerintah dan contoh sukses dari koperasi simpan
pinjam yang ada di Indonesia, Kospin JASA.
Penelitian ini akan menguji model pengembangan bisnis apa yang cocok
untuk unit simpan pinjam ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan unit tersebut
sedang dalam posisi tumbuh dan berkembang atau berada pada sel ke IV dengan
total skor IFE 3.0566 dan skor EFE sebesar 2.8746.
Lima strategi alternatif dihasilkan dalam penelitian ini adalah : pertama,
melakukan integrasi ke belakang dengan membangun jaringan yang lebih intensif
dengan koperasi primer yang tergabung dalam Inkopsimnus. Kedua,
Meningkatkan jumlah pemberian kredit kepada sejumlah koperasi/BMT mitra
dengan cara menambah tenaga analis kredit untuk mempercepat pengambilan
keputusan. Ketiga, Melakukan integrasi ke depan dengan mengembangkan
pendekatan kepada sejumlah koperasi primer dan BMT yang memiliki kedekatan
dengan NU. Keempat, Melakukan sosialisasi, perkenalan produk kredit mikro
USP Nusa Makmur di daerah daerah basis NU melalui pendekatan kepada
sejumlah pondok pesantren. Kelima, Pengembangan skema bagi hasil yang baru
sehingga menarik untuk koperasi/BMT mitra untuk mendapatkan kredit dari USP Nusa Makmur. Rekomendasi strategis yang paling utama dihasilkan dari
penelitian ini adalah dalam 10 tahun ke depan, USP Nusa Makmur perlu
bermetamorfosis menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bisa berhubungan
langsung dengan nasabah.
Collections
- MT - Business [4063]
