Strategi Peningkatan Kinerja Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan: Pendekatan Malcolm Baldrige
View/ Open
Date
2016Author
Triwijayanti, Nuraini
Daryanto, Arief
Hasbullah, Rokhani
Metadata
Show full item recordAbstract
Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) berupaya mendukung pencapaian program swasembada daging sapi dan pasar bebas ASEAN dalam mewujudkan penjaminan pangan asal hewan yang Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH) serta berdayasaing. Penjaminan pangan asal hewan yang ASUH diwujudkan melalui tugas dan fungsi BPMSPH yaitu pelaksanaan pelayanan pemeriksaan dan pengujian mutu dan sertifikasi produk hewan. Dalam menjamin kualitas kinerja pelayanan BPMSPH menerapkan ISO 17025 dan ISO 9001. Namun demikian kenyataannya target kinerja mengalami penurunan dimana terjadi peningkatan keterlambatan pelayanan pengujian, keterlambatan pelayanan surat menyurat, keterlambatan pelayanan penyampaian sertifikat hasil uji. BPMSPH memerlukan pengukuran kinerja yang komprehensif mulai dari perencanaan, sumberdaya, pengelolaan, managemen sampai dengan hasil. Untuk itu maka digunakan pendekatan kriteria Baldrige yang meliputi kriteria kepemimpinan, perencanaan strategi, fokus pada pelanggan, pengukuran analisa dan manajemen pengetahuan dan fokus pada sumber daya, fokus pada operasional dan fokus pada hasil
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran penerapan kinerja melalui pendekatan Malcolm Baldrige dan merumuskan strategi peningkatan kinerja BPMSPH. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analisis (CFA).
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penilaian kinerja pada BPMSPH melalui pendekatan Malcolm Baldrige berada pada predikat good performance. Ketujuh kriteria Baldrige signifikan terhadap peningkatan kinerja BPMSPH. Strategi yang perlu dipertimbangkan dalam peningkatan kriteria fokus pada pelanggan mengategorikan jasa pelayanan sehingga staf dapat mengetahui pengujian yang bersifat segera dengan yang tidak, memastikan komunikasi yang lebih baik dengan pengguna jasa sehingga dapat memberikan kepastian lebih baik kepada pengguna jasa tentang jenis pelayanan pengujian yang dapat dilakukan, jumlah waktu yang diperlukan untuk melakukan pengujian, dan biaya yang terjangkau.
Untuk kriteria pengukuran analisis dan manajemen pengetahuan, BPMSPH sangat perlu menentukan Key Performance Indikator (KPI) untuk setiap personel dan unit kerja sebagai bahan acuan kinerja personel atau kinerja tim. Hal ini diperlukan untuk memperbaiki secara periodik kesalahan dan kekeliruan yang ada serta untuk meningkatkan kinerja personel dan kerjasama tim. Selain itu, perlu dibuat sistem informasi terintegrasi yang mendukung penilaian kinerja sehingga personel dapat mengetahui keberadaan sampel uji, dan jangka waktu penyelesaian dan pelanggan dapat mengetahui pada fase apa sampel berada dalam proses pengujian.
Collections
- MT - Business [4063]
