Pengaruh Indikator Makroekonomi Terhadap Perubahan Harga Obligasi Pemerintah Di Pasar Sekunder
View/ Open
Date
2016Author
Masyhuri, Miftahul
Firdaus, Muhammad
Maulana, Tb Nur Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu alternatif pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dana untuk
menjalankan APBN selain penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak
adalah dengan cara menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN). Menurut Utari
(2010), pembiayaan defisit APBN saat ini lebih banyak difokuskan pada
penerbitan obligasi (surat utang negara, SUN) domestik. Pembiayaan defisit
APBN dengan SUN sangat strategis karena merupakan jenis pembiayaan yang
berkesinambungan dengan adanya konsep pembiayaan kembali (refinancing).
Defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mendorong pemerintah
untuk mengeluarkan obligasi, yang bertujuan untuk menarik dana masyarakat dan
menopang APBN.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif yaitu
memberikan gambaran atas pergerakan harga instrumen Fixed Rate dibandingkan
dengan beberapa Instrumen investasi lain dan menganalisis pengaruh indikator
makroekonomi (BI Rate, IHSG, Kurs) dan Treasury Bill (T-Bill) terhadap
intrumen Fixed Rate di Pasar Sekunder.
Teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini adalah analisis
deskriptif kuantitatif. Alat bantu analisis yang digunakan adalah Regresi Data
Panel dan Ordinary Least Square (OLS) menggunakan software E-views versi
8.0. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan Variabel
makroekonomi dalam hal ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan, nilai tukar
rupiah, suku bunga Bank Indonesia dan T-Bill memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap harga obligasi pemerintah pada pasar sekunder. Variabel yang
berpengaruh positif terhadap perubahan harga di pasar sekunder adalah Indeks
Harga Saham Gabungan dan T-Bill, sedangkan variabel yang berpengaruh negatif
terhadap perubahan harga di pasar sekunder adalah Kurs dan Suku Bunga Acuan
BI.
Collections
- MT - Business [4063]
