Analisis Pembentukan Portofolio Berbasis Risk dan Return Pada Saham-Saham Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index (Jii) Periode Juni 2011-Mei 2016
View/ Open
Date
2016Author
Yuliani, Fitria
Achsani, Noer Azam
Hafidhuddin, Didin
Metadata
Show full item recordAbstract
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya produk pasar modal syariah
jika dibanding total produk syariah dan konvensional. Hingga akhir Desember
2014, pangsa pasar reksadana syariah sebesar 8.31% dari sisi jumlah penerbitan
dan 4.92% dari sisi jumlah nilai aktiva bersih. Jumlah sukuk korporasi yang
beredar sebesar 9.14% dari total jumlah penerbitan sukuk dan obligasi, dengan
nilai sebesar 3.18% dari nilai penerbitan sukuk dan obligasi. Namun, pangsa pasar
saham syariah telah mencapai 58.89% dari seluruh emiten saham dengan nilai
kapitalisasi pasar sekitar Rp. 2,946.89 triliun atau sebesar 56.37% dari total
kapitalisasi pasar. Nilai pangsa pasar instrumen saham yang tinggi menunjukkan
bahwa saham syariah merupakan instrumen investasi yang menjanjikan. Dalam
berinvestasi saham perlu adanya pemahaman yang baik tentang pengelolaan risiko
investasi bagi investor pasar modal baik syariah maupun konvensional. Salah satu
strategi pengelolaan risiko investasi adalah strategi diversifikasi yaitu melakukan
perluasan investasi dalam berbagai macam asset yang kemudian disebut sebagai
portofolio dengan harpan terjadi penyebaran risiko investasi secara keseluruhan.
Tingkat risiko minimum dapat dicapai dengan membentuk portofolio optimal.
Jakarta Islamic Index (JII) sebagai bursa saham syariah memberikan solusi
bagi para investor yang ingin berinvestasi secara halal, dimana dalam
pembentukan indeks ini terdapat konsep mendasar yang harus dipenuhi, yakni : 1)
kekayaan dan kepemilikan yang jelas, 2) pelarangan riba, 3) pelarangan maysir
(judi) dan gharar, dan 4) perihal kontrak atau transaksi. Syarat pemilihan saham
JII lebih ditekankan pada jenis usaha emiten yang tidak bertentangan dengan
syariah Islam, yaitu dengan menggunakan proses screening dan cleansing,
diantaranya bukan usaha yang tergolong judi, bukan lembaga keuangan
konvensional, bukan usaha yang memproduksi, mendistribusi dan
memperdagangkan makanan/minuman yang tergolong haram dan bukan
merupakan bentuk usaha yang memproduksi, mendistribusi atau menyediakan
barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisa risk dan return pada saham
yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) dengan model Markowitz dan
Model Indeks Tunggal, 2) membentuk portofolio saham yang optimal, 3)
mengetahui komposisi modal yang dapat diinvestasikan, 4) menganalisis risiko
dan return yang dihasilkan oleh portofolio optimal, dan 5) merumuskan implikasi
manajerial yang dapat bermanfaat bagi pengambilan keputusan berinvestasi di
Jakarta Islamic Index (JII). Kelima tujuan tersebut diharapkan mampu
memberikan informasi yang memadai bagi investor dalam melakukan investasi di
saham JII.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Model
Markowitz dan Model Indeks Tunggal, dimana data yang digunakan terdiri dari
data harga penutupan bulanan saham, IHSG serta SBIS sebagai imbal hasil bebas
risiko. Kedua model ini akan dibandingkan berdasarkan portofolio yang terbentuk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi saham dengan membentuk
portofolio efektif menurunkan tingkat risiko dari saham-saham individual. Hal ini
dilihat dari risiko portofolio yang lebih kecil dari risiko total masing-masing
saham. Pembentukan portofolio dengan Model Indeks Tunggal menghasilkan 1
portofolio yang terdiri dari saham : UNVR (64.2%), LPKR (14.7%), ASRI
(9.4%), LSIP (1.4%), INTP (5.8%) dan SMGR (4.2%), sedangkan dengan Model
Markowitz terbentuk 2 portofolio yang terdiri dari saham : ASRI (4.52% &
4.3%), INTP (9.4% & 8.62%), LSIP (11.64% & 11.359%), SMGR (25.31% &
24.059%), dan UNVR (49.1% & 51.649%).
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat dirumuskan implikasi
manajerial yaitu: 1) Investor sebaiknya membentuk portofolio sebelum melakukan
kegiatan investasi pada saham dikarenakan efektif menurunkan tingkat risiko, 2)
Dari hasil analisis efficient frontier dengan menggunakan data return bulanan
saham kelompok JII direkomendasikan saham-saham yang dapat dipilih oleh
investor adalah saham ASRI, INTP, LSIP, SMGR, dan UNVR dengan alternative
proporsi dana yang berbeda. 3) Untuk investor yang tidak menyukai risiko (risk
averse) dapat memilih portofolio yang memiliki tingkat risiko paling kecil yaitu
tingkat risiko yang terbentuk pada portofolio menggunakan Model Indeks
Tunggal Sedangkan untuk investor yang menyukai risiko (risk seeker) dapat
memilih portofolio yang terbentuk dengan model Markowitz karena menghasilkan
expected return terbesar dengan tingkat risiko yang juga tinggi. 3) Berdasarkan
pengujian going forward portofolio berdasarkan Markowitz memberikan risiko
penurunan terkecil saat pasar dalam kondisi bearish, meski di sisi lain tidak
memberikan return terbesar dalam kondisi pasar bullish. Dengan adanya indeks
atau portofolio berbasis risiko berdasarkan markowitz dan indeks tunggal tersebut,
diharapkan dapat memberikan alternatif bagi investor yang ingin berinvestasi di
saham namun cenderung risk averse atau penghindar risiko.
Collections
- MT - Business [4063]
