Strategi Pengembangan Perusahaan Perdagangan Emas Wilayah Jabodeta (Studi Kasus Pt Xyz)
View/ Open
Date
2016Author
Ramadhani, Primasti
Baga, Lukman M
Sanim, Bunasor
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini berisi mengenai strategi pengembangan PT XYZ yang
bergerak di bidang perdagangan emas menggunakan strategi bisnis model kanvas
(BMC). Analisa model bisnis awal dilakukan dengan melakukan penilaian 9
elemen model kanvas untuk mengetahui kondisi bisnis perusahaan saat ini.
Analisis selanjutnya adalah melakukan penilaian strength, weakness, opportunity
dan threat (SWOT) setiap elemen BMC untuk mengetahui elemen mana dan apa
yang harus diperbaiki dan dikembangkan dari model bisnis awal. PT XYZ
merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa jual-beli emas
untuk masyarakat. PT XYZ dalam bisnisnya menyediakan layanan pembelian
emas secara cicilan dengan tenor waktu tertentu. Penurunan jumlah transksi yang
tercatat sejak bulan Januari hingga Agustus dan tingginya angka turn over
karyawan perlu mendapat perhatian khusus dari perusahaan.
Penelitian ini diawali dengan penilaian kondisi awal perusahaan dilihat
dalam 9 elemen perspektif model bisnis kanvas kemudian dilanjutkan melalui
analisis SWOT setiap elemen bisnis model untuk mengetahui elemen mana yang
perlu dilakukan perbaikan. Hasil analisis tersebut menghasilkan masukan bagi
perusahaan agar melakukan perbaikan pada model bisnis yang telah ada terutama
pada elemen revenue stream, cost structure dan key activity. Model bisnis
perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan efisisensi dan efektifitas aktivitas
perusahaan. Tahapan selanjutnya penulis menyusun bisnis model berdasarkan
perspektif Blue Ocean Strategy untuk menemukan peluang baru yang dapat
dikembangkan oleh perusahaan dalam rangka bersaing dengan perusahaan
kompetitor dan dihasilkan model bisnis alternatif sebagai acuan yang dapat
dimanfaatkan PT XYZ untuk pengembangan perusahaan.
Sebelum menerapkan model bisnis alternatif ada baiknya PT XYZ
menerapkan terlebih dahulu model bisnis perbaikan yang dibuat. Hal ini untuk
menciptakan kondisi yang kondusif bagi perusahaan sebelum mengembangkan
model bisnis baru. Secara garis besar perusahaan dapat tetap menjalankan model
bisnis perbaikan dan model bisnis alternatifnya secara bersamaan dalam satu
cabang, sehingga ini dapat menjadi bagian dari diversifikasi pendapatan dan biaya
yang dikeluarkan. Namun ada baiknya dua model bisnis ini dikelola oleh dua tim
yang berbeda, karena dua model bisnis ini memiliki arah yang berbeda.
Kedisiplinan dalam membuat peraturan, produk dan kebijakan yang berlaku perlu
ditingkatkan, sehingga perusahaan dapat fokus mengembangkan dan menjalankan
strategi marketing. Selain itu konsistensi dalam pengambilan keputusan membuat
kemajuan perusahaan akan lebih terukur.
Collections
- MT - Business [4063]
