Analisis Risiko Bisnis, Pertumbuhan dan Likuiditas Terhadap Struktur Modal Perusahaan Agrikultur Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Tahun 2010-2014
View/ Open
Date
2016Author
Bogawa, Mayang
Achsani, Noer Azam
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
Struktur modal merupakan penetapan susunan sumber modal yang berasal
dari ekuitas dan pinjaman. Setiap perusahaan memiliki struktur modal yang
berbeda, sekalipun berada di dalam industri yang sama (Brigham dan Houston
2014). Risiko bisnis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi struktur
modal. Selain risiko bisnis, kemampuan perusahaan untuk menambah modal
dalam keadaan kurang menguntungkan juga mempengaruhi keputusan struktur
modal perusahaan. Perusahaan juga harus mampu menghadapi kesulitan
operasional agar penyedia dana bersedia menanamkan uangnya. Oleh karena itu,
pertumbuhan perusahaan dan kemungkinan tersedianya dana di masa mendatang
serta konsekuensi akibat kurangnya dana sangat berpengaruh pada target struktur
modal. Penelitian pada tesis ini berfokus untuk meneliti pengaruh risiko bisnis,
pertumbuhan, dan likuiditas terhadap struktur modal perusahaan di sektor
agrikultur.
Struktur modal perusahaan pada penelitian ini menggunakan rasio hutang
terhadap aset atau debt to assets ratio (DAR) dan rasio hutang terhadap ekuitas
atau debt to equity ratio (DER). Penelitian dilakukan dengan menggunakan data
sekunder berupa laporan keuangan yang telah diaudit dari perusahaan agrikultur
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2010-2014.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah statistik deskriptif dan
ekonometrika. Perusahaan yang menjadi contoh penelitian adalah 22 perusahaan
dan menghasilkan 110 titik pengamatan. Data diolah menggunakan analisis
regresi data panel statis. Model regresi yang digunakan adalah random effect
model (REM). Variabel independen yang digunakan adalah risiko bisnis,
pertumbuhan perusahaan, dan likuiditas.
Analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat debt ratio tertinggi terdapat
pada sub sektor kayu dan pengolahannya dan terendah terdapat pada sub sektor
tanaman pangan. Risiko bisnis tertinggi adalah sub sektor perikanan dan terendah
adalah sub sektor pulp dan kertas. Pertumbuhan tertinggi terdapat pada sub sektor
kehutanan dan terendah terdapat pada sub sektor kayu dan pengolahannya.
Likuiditas tertinggi terdapat pada sub sektor kehutanan dan terendah terdapat pada
sub sektor kayu dan pengolahannya. Hasil analisis regresi data panel
menunjukkan bahwa risiko bisnis dan pertumbuhan di sektor agrikultur memiliki
pengaruh signifikan positif terhadap struktur modal. Sementara itu, hasil
pengujian pengaruh likuiditas terhadap struktur modal menunjukkan bahwa
likuiditas di sektor agrikultur memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap
struktur modal.
Collections
- MT - Business [4062]
