Analisis Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal Terhadap Yield Obligasi Pemerintah Tahun 2011-2014
View/ Open
Date
2016Author
Yuliani, Utami
Juanda, Bambang
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
Pada tahun 2011 – 2014 peningkatan kapitalisasi pasar obligasi terus
meningkat dibandingkan pasar saham yaitu dari 16% pada tahun 2011 dan
meningkat menjadi 18% pada tahun 2014. Berkaitan dengan hal tersebut,
menunjukan bahwa instrumen obligasi menjadi instrumen yang semakin diminati
oleh investor. Obligasi berdasarkan penerbitnya terdiri dari dua jenis yaitu
obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Berdasarkan data Bursa Efek
Indonesia, obligasi pemerintah memiliki volume perdagangan yang lebih tinggi
dibandingkan obligasi korporasi. Hal tersebut, menunjukan bahwa obligasi
pemerintah lebih diminati oleh investor dibandingkan obligasi korporasi. Hal ini,
menjelaskan bahwa obligasi pemerintah lebih banyak diminati karena instrumen
obligasi merupakan alternatif investasi bagi investor sebagai instrumen beresiko
rendah dibandingkan instrumen investasi lainnya seperti saham. Selain itu,
obligasi pemerintah memiliki resiko yang lebih rendah dibandingkan obligasi
korporasi karena pemerintah memiliki kemungkinan sangat kecil untuk default.
Namun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, bahwa yield obligasi pemerintah
lebih rendah dibandingkan obligasi korporasi, sedangkan tujuan investor
berinvestasi adalah mendapatkan keuntungan yang tinggi. Hal ini dikarenakan
kupon yang diberikan oleh obligasi pemerintah lebih kecil dibandingkan kupon
obligasi korporasi, dan maturity obligasi pemerintah yang sangat panjang. Selain
itu, obligasi pemerintah juga memiliki resiko terhadap perubahan harga. Resiko
terhadap sensitifitas perubahan harga diukur dengan ukuran yang disebut dengan
durasi.
Bagi pemerintah, penerbitan obligasi merupakan instrumen fiskal yaitu
sebagai pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh
karena itu, setiap tahunnya pemerintah terus menerbitkan dan memperdagangkan
jenis – jenis obligasi dengan karaktertistik yang berbeda. Berdasarkan penelitian –
penelitian sebelumnya, karakteristik dari setiap obligasi dapat mempengaruhi
resiko perubahan harga obligasi. Perubahan harga obligasi akan mempengaruhi
yield yang didapatkan oleh investor. Oleh karena itu, investor perlu
mempertimbangkan faktor internal dari obligasi seperti durasi, kupon dan maturity
untuk berinvestasi pada instrumen obligasi pemerintah.
Selain itu, instrumen obligasi merupakan salah satu instrumen pasar modal
jangka panjang yang dapat dipengaruhi oleh kebijakan – kebijakan moneter
pemerintah. Variabel makroekonomi seperti tingkat suku bunga, inflasi dan nilai
tukar merupakan variabel makroekonomi yang saling mempengaruhi. Selain itu,
ketiga variabel yang merupakan faktor eksternal obligasi tersebut dapat
mempengaruhi perubahan harga obligasi dan akan menyebabkan perubahan nilai
yield obligasi. Namun, beberapa penelitian memberikan hasil yang berbeda – beda
terhadap pengaruh faktor eksternal terhadap yield masing – masing objek obligasi
pemerintah. Mengacu pada permasalahan – permasalahan diatas, penelitian ini
bertujuan menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap
yield obligasi pemerintah pada tahun 2011 – 2014.
Collections
- MT - Business [4062]
