Analisis Pengaruh Karakteristik Obligasi dan Perusahaan Serta Faktor Makroekonomi Terhadap Return Obligasi Korporasi Pada Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi
View/ Open
Date
2016Author
Rahmi, Adya
Anggraeni, Lukytawati
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
Obligasi merupakan salah satu sumber pendanaan bagi perusahaan, selain
laba usaha, saham dan utang bank. Di Indonesia, perkembangan penerbitan
obligasi sebagai sumber dana menunjukkan tren positif jika dilihat dari jumlah
obligasi yang beredar, jumlah perusahaan yang menerbitkan obligasi dan jumlah
lembar obligasi yang diterbitkan, namun volume dan frekuensi perdagangan masih
berfluktuasi, sehingga perlu analisis terhadap pasar obligasi dalam keputusan
pendanaan.
Sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi merupakan salah satu sektor
penting yang tertuang dalam visi misi dan program Aksi Jokowi Kalla (2014) atau
yang dikenal dengan Nawacita. Sektor ini menjadi prioritas Jokowi Kalla
sehingga diperkirakan akan membutuhkan banyak dana untuk pengembangan
usaha. Selain itu, sektor ini merupakan sektor dengan nilai perdagangan obligasi
terbesar kedua setelah sektor keuangan. Pada sektor ini pula jumlah obligasi yang
terjual lebih sedikit dibandingkan obligasi yang diterbitkan dari tahun 2010-2014.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian dari obligasi tersebut tidak terjual habis di
pasar obligasi sehingga jumlah dana yang didapatkan dari penerbitan obligasi
tidak sesuai dengan rencana pendanaan perusahaan. Obligasi yang tidak terjual
habis menunjukkan bahwa investor tidak tertarik untuk membeli obligasi tersebut.
Dalam berinvestasi pada obligasi korporasi, investor mengharapkan keuntungan
dalam bentuk return sehingga perlu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi
return yang diterima, karena obligasi korporasi memiliki risiko gagal bayar yang
tinggi.
Beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam analisis return obligasi dibagi
menjadi tiga. Pertama, faktor dari karakteristik obligasi antara lain; kupon, yield to
maturity (YTM), durasi dan peringkat obligasi. Kedua, faktor dari perusahaan
antara lain; jumlah aset dan debt to equity ratio (DER). Ketiga, faktor
makroekonomi antara lain; suku bunga Bank Indonesia, nilai tukar, inflasi, dan
indeks harga saham gabungan (IHSG). Teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling dengan
ketentuan (1) obligasi korporasi yang terdaftar dan diperdagangkan secara aktif di
BEI dari tahun 2010 hingga 2014, (2) belum jatuh tempo dan tidak memiliki fitur
convertible (3) peringkat obligasi korporasi yang terdaftar di Pefindo (4)
membayar kupon secara triwulan dan (5) emiten memiliki laporan keuangan yang
lengkap dan telah diaudit. Sampel penelitian ini berjumlah 13 obligasi yang
diperdagangkan dari tahun 2010- 2014, dengan total observasi sebanyak 260
observasi.
Analisis faktor-faktor yang memengaruhi return obligasi pada sektor
infrastruktur, utilitas dan transportasi dianalisis dengan metode regresi data panel
dan diolah dengan perangkat lunak Eviews 9. Hasil regresi data panel dengan
metode efek tetap (Fixed Effect Method) menunjukkan bahwa R2 pada penelitian....dst.
Collections
- MT - Business [4062]
