Pengaruh Kualitas Pelayanan Lembaga Amil Zakat (Laz) Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Muzakki
Abstract
Potensi perolehan zakat di Indonesia sangat besar, dengan nilai sebesar
Rp 217 triliun per tahun, namun sampai dengan saat ini penerimaan yang
diperoleh Badan Amil Zakat dan Lembaga amil zakat (LAZ) hanya 1% dari
potensi tersebut. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan perolehan
zakat di Indonesia selain faktor keagamaan ialah faktor organisasi. Adanya LAZ
yang profesional akan meningkatkan kepatuhan muzakki dalam membayar zakat
di lembaga tersebut. Meningkatnya kualitas pelayanan yang diberikan LAZ juga
akan meningkatkan preferensi muzakki dalam membayar zakat.
Penelitian ini membahas tentang pengaruh kualitas pelayanan yang
diberikan LAZ terhadap kepuasan dan loyalitas muzakki dengan studi kasus LAZ
PKPU Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1)
Menganalisis faktor yang mempengaruhi kepuasan muzakki terhadap pelayanan
LAZ. 2) Menganalisis tingkat kepuasan muzakki atas pelayanan yang telah
diberikan oleh LAZ. 3) Menganalisis tingkat loyalitas muzakki atas pelayanan
yang telah diberikan LAZ. 4) Merumuskan strategi yang perlu dilakukan LAZ
dalam rangka meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi muzakki.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode survei, di mana data
dikumpulkan melalui instrumen kuesioner dan teknik pengambilan sampel dengan
convenience sampling. Kualitas pelayanan yang diukur ialah enam dimensi
CARTER (Compliance, Assurance, Reliability, Tangibles, Empathy dan
Responsiveness). Responden yang digunakan ialah muzakki yang terdaftar di
PKPU Yogyakarta. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini ialah analisis
SEM (Structural Equation Modeling) dan IPA (Importance Performance
Analysis).
Hasil analisis dengan menggunakan SEM dan IPA menunjukkan bahwa: 1)
Terdapat empat dimensi yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan muzakki
yaitu Assurance, Compliance, Empathy dan Reliability. 2) Hasil perhitungan
tingkat kepuasan dan loyalitas muzakki masing-masing sebesar 82.34% dan
84.7% menunjukkan muzakki telah merasa puas dengan layanan yang diberikan
dan loyal kepada LAZ PKPU Yogyakarta. 3) Indikator yang perlu ditingkatkan
ialah permasalahan zakat diselesaikan dengan cepat dan segera dan karyawan
merespon dan menindaklanjuti keluh kesah.
Implikasi manajerial yang dapat disampaikan dari penelitian ini ialah: 1)
Sosialisasi program kepada masyarakat berusia di atas 40 tahun dan golongan
menengah keatas adalah target yang dapat dilakukan PKPU untuk memperbanyak
jumlah muzakki. Publikasi kegiatan PKPU melalui media sosial baik cetak dan
elektronik bisa diintensifkan untuk menggambarkan kelebihan PKPU dibanding
LAZ yang lain. 2) PKPU perlu melakukan pendidikan dan latihan kepada
karyawan baik internal maupun eksternal. Training yang diikuti mencakup
kepribadian dan pengetahuan mengenai hukum zakat. 3) Optimalisasi peran Biro
Konsultasi Syariah secara internal dan eksternal. 4) Pemahaman karyawan akan pentingnya hubungan dengan muzakki perlu untuk ditingkatkan. sehingga mereka
cepat dan tanggap jika ada permasalahan zakat yang dihadapi muzakki, dan dapat
diselesaikan segera.
Collections
- MT - Business [4063]
