Pengaruh Merger dan Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perkebunan dan Perusahaan Kimia Pertanian
View/ Open
Date
2016Author
Maryanti, Desi
Siregar, Hermanto
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkebunan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi
Indonesia. Sektor ini dilaporkan memberikan kontribusi yang cukup signifikan
baik terhadap devisa negara maupun pendapatan nasional Indonesia (PDB). Selain
itu usaha perkebunan, khususnya kelapa sawit, juga dinilai memiliki potensi
pertumbuhan yang tinggi di masa depan, karena kebutuhan masyarakat dunia akan
produk-produk turunan minyak sawit baik sebagai produk pangan maupun
sebagai bahan bakar alternatif, akan semakin meningkat sejalan dengan
pertambahan populasi penduduk dunia. Pertumbuhan yang terjadi pada sektor
perkebunan akan mendorong perkembangan sektor-sektor lain yang terkait, salah
satunya adalah sektor kimia pertanian yang masuk dalam agribisnis hulu dalam
sistem agribisnis perkebunan. Hal itu dimungkinkan karena biaya untuk
pengadaan pupuk dan pestisida merupakan biaya dominan dalam operasional
usaha perkebunan. Dengan demikian pertumbuhan yang terjadi pada sektor
perkebunan penting artinya bagi sektor kimia pertanian, begitu pula sebaliknya.
Kondisi lingkungan bisnis yang sangat dinamis menuntut setiap perusahaan
untuk mengambil kebijakan yang tepat agar dapat memenangkan persaingan
demi kelangsungan usahanya dalam jangka panjang. Hal itu dapat dicapai dengan
strategi pertumbuhan, baik secara internal melalui pengembangan aset produktif
perusahaan, maupun secara eksternal melalui merger dan akuisisi. Menurut
beberapa literatur, pengembangan perusahaan melalui merger atau akuisisi dinilai
lebih efisien untuk mencapai pertumbuhan yang diharapkan dibandingkan dengan
menggunakan strategi pertumbuhan secara internal maupun aliansi strategis. Hal
inilah yang mendorong maraknya aktivitas merger dan akuisisi pada perusahaanperusahaan di Indonesia, termasuk perusahaan perkebunan dan perusahaan kimia
pertanian. Integrasi melalui merger dan akuisisi (M&A) tersebut diharapkan dapat
meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan yang semakin intensif.
Namun sayangnya tidak ditemukan konsensus dari para peneliti terdahulu
mengenai dampak merger dan akuisisi yang dilakukan terhadap kinerja keuangan
perusahaan-perusahaan yang terlibat.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh
M&A terhadap kinerja keuangan perusahaan-perusahaan perkebunan dengan
perusahaan-perusahaan kimia pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI). Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive judgement sampling
berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan. Uji t-student, Mann-Whitney dan
Wilcoxon digunakan untuk menilai dan membandingkan pengaruh M&A terhadap
kinerja keuangan kedua perusahaan, yang diwakili oleh parameter DER, ROA,
ROE, EVA dan PBV. Berdasarkan hasil pengujian tersebut diperoleh bukti bahwa
pengaruh M&A terhadap kinerja keuangan perusahaan perkebunan berbeda
signifikan dengan pengaruh M&A terhadap kinerja keuangan perusahaan kimia
pertanian, kecuali untuk parameter EVA. Pada perusahaan perkebunan, selain
DER, M&A yang dilakukan terbukti menurunkan kinerja keuangan perusahaan,
namun hanya ROA, ROE dan PBV saja yang menunjukkan perbedaan signifikan.
Collections
- MT - Business [4063]
