Kinerja Saham Pada Perusahaan Konstruksi Di Bursa Efek Indonesia
View/ Open
Date
2016Author
Syamriadi , Yogi
Firdaus, Muhammad
Maulana, Tb Nur Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia merupakan
program yang mendukung pengembangan infrastruktur nasional untuk periode
2011-2025 dan diprakarsai oleh pemerintahan periode 2009-2014. Setelah
perubahan pemerintahan, program ini dilanjutkan dan diadaptasi dalam program
Nawa Cita melalui 9 agenda prioritas didalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang mendukung program pembangunan
infrastruktur.
Infrastruktur didukung melalui sektor konstruksi yang terkait erat, sektor
konstruksi tumbuh signifikan didorong oleh perkembangan perekonomian nasional.
Perekonomian Indonesia apabila dilihat dari PDB, salah satunya dipengaruhi oleh
pertumbuhan sektor konstruksi yang memberikan rata-rata kontribusi sebesar
10,16%.
Industri konstruksi tidak hanya dipengaruhi dari sisi keuangannya, tetapi
juga dapat melalui peristiwa-peristiwa seperti politik dan bencana alam. Kinerja
keuangan perusahaan konstruksi dapat dilihat melalui berbagai rasio keuangan,
antara lain: rasio profitabilitas, rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan
rasio pasar. Rasio keuangan digunakan sebagai indikator utama dalam melihat
kinerja perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan emiten dengan rasio keuangan
akan menunjukkan pengaruh terhadap kinerja saham pada waktu tertentu, hal ini
untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan terhadap perubahan harga saham.
Peristiwa politik seperti pemilihan presiden Republik Indonesia tahun 2014,
menjadi pusat perhatian dan memberikan acuan bagi periode pemerintahan terpilih
berikutnya. Bencana alam dapat menyebabkan tekanan terhadap anggaran yang
cukup signifikan, dalam jangka pendek berdampak pada kemampuan fiskal
sedangkan dalam jangka panjang berdampak terhadap pembangunan nasional
kedepannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis pengaruh faktor-faktor
rasio keuangan, yang terdiri dari: profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan
rasio pasar, terhadap kinerja saham perusahaan konstruksi di Bursa Efek Indonesia
2010-2014; (2) menganalisis dampak dari reshuffle kabinet, bencana alam dan
pemilihan Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014 terhadap abnormal return
saham sektor konstruksi di Bursa Efek Indonesia; dan (3) merumuskan strategi
keuangan bagi perusahaan dan strategi investasi bagi investor.
Variabel kinerja keuangan untuk menganalisis kinerja perusahaan
konstruksi yang mempengaruhi return saham adalah profitabilitas (ROE), likuiditas
(CR), solvabilitas (DER), aktivitas (TAT), dan pasar (PER). Penelitian ini
menggunakan teknik pengolahan data analisis regresi data panel dengan periode
waktu triwulanan selama 2010 hingga 2014. Untuk menjawab tujuan kedua,
penelitian ini menggunakan event study dan dilakukan pengamatan pada event
window (H-7, H + 7) 7 hari sebelum dan setelah, estimation period yang digunakan
adalah 90 hari sebelum (-90, -7).
Collections
- MT - Business [4063]
