Dinamika Hubungan Return Saham dan Volume Perdagangan Serta Pengaruhnya Terhadap Volatilitas Indeks Saham Sektoral
View/ Open
Date
2016Author
Ariyanti, Wenny
Achsani, Noer Azam
Rachmina Dwi
Metadata
Show full item recordAbstract
Pasar modal di Indonesia berkembang sangat pesat dan dinamis, serta
menjadi pilar perekonomian yang memiliki tantangan besar untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi Negara. Return saham beserta volatilitasnya, dan volume
perdagangan adalah variabel penting dalam aktivitas perdagangan saham di pasar
modal karena dapat memberikan informasi yang relevan kepada pasar. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika hubungan return saham dan
volume perdagangan serta pengaruhnya terhadap volatilitas indeks saham sektoral
di bursa efek Indonesia pada saat sebelum dan sesudah krisis subprime mortgage
dan krisis Yunani. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui
pengaruh return dan volume perdagangan terhadap volatilitas return sektoral di
Bursa Efek Indonesia.
Hasil analisis VAR menunjukkan bahwa volume perdagangan pada periode
sehari sebelumnya berpengaruh signifikan positif terhadap return pada sektor
properti, real estate dan konstruksi bangunan, sektor barang konsumsi, sektor
manufaktur, sektor transportasi dan infrastruktur, serta sektor perdagangan, jasa
dan investasi. Sedangkan pengaruh return pada periode sehari sebelumnya
berpengaruh signifikan positif terhadap volume perdagangan pada sektor
pertanian, sektor perdagangan, jasa dan investasi, sektor pertambangan, sektor
properti, real estate dan konstruksi bangunan, serta sektor manufaktur. Hubungan
dua arah antara return dengan volume hanya terjadi pada sektor pertanian pada
masa sebelum krisis subprime mortgage. Sedangkan sebelum krisis Yunani pada
sektor pertanian hanya terjadi hubungan satu arah dari return ke terhadap volume
perdagangan. Sektor lain yang memiliki hubungan satu arah pada saat sebelum
krisis subprime mortgage adalah sektor properti, real estate dan konstruksi
bangunan yaitu hubungan dari return ke volume.
Model EGARCH menemukan bahwa seluruh sektor di Bursa Efek
Indonesia kecuali sektor pertanian memiliki nilai koefisien asimetris negatif, yang
artinya bahwa informasi negatif (bad news) memberikan dampak yang lebih besar
dibandingkan dengan informasi positif (good news) terhadap volatilitas return
pada sektor pertanian. Hal ini terjadi karena karakteristik saham sektor pertanian
dimana harganya tinggi sedangkan volume perdagangannya rendah,
mengindikasikan bahwa investor pada sektor ini lebih bersifat jangka panjang.
Dengan skala industri yang relatif besar, investor yang memiliki saham pada
sektor pertanian lebih mengharapkan keuntungan jangka panjang seperti dividen,
daripada return dari hasil trading. Hasil EGARCH juga menemukan bukti bahwa
volume perdagangan memiliki peranan untuk memprediksi dinamika volatilitas
return di masa mendatang. Krisis subprime mortgage berpengaruh signifikan
positif terhadap volatilitas di semua sektor kecuali sektor properti, real estate dan
konstruksi bangunan. Sedangkan krisis Yunani berpengaruh signifikan positif
pada semua sektor kecuali sektor pertanian serta sektor pertambangan yang
memiliki signifikansi negatif.Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa terdapat informasi yang
asimetris pada bursa saham di Indonesia. Hal ini dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan bagi investor dalam memilih jenis saham berdasarkan karakteristik
investor. Bagi investor yang bersifat risk taker dan lebih memilih berinvestasi
dalam jangka pendek, maka sebaiknya memilih saham non pertanian. Hal ini
dikarenakan saham non pertanian lebih berfluktuatif dengan volume perdagangan
yang tinggi tiap harinya, sehingga investor yang spekulatif dapat memanfaatkan
informasi historis pergerakan indeks dan volume perdagangan pada periode
sebelumnya untuk memprediksi return yang akan diperoleh pada saat ini.
Sedangkan untuk investor dengan tipe risk averse (menghindari risiko), investasi
pada sektor pertanian lebih sesuai. Hal ini dikarenakan saham pada sektor
pertanian tidak terlalu volatil dikarenakan investor yang pada sektor ini lebih
bersifat jangka panjang. Sehingga informasi negatif return saham dan volume
perdagangan harian pada periode sebelumnya tidak meningkatkan volatilitas
return saham sektor pertanian.
Collections
- MT - Business [4063]
