Sikap Terhadap Marketing Mix dan Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen Pada Daebak Fan Cafe, Depok
View/ Open
Date
2016Author
Rahmalia, Winda
Hakim, Dedi Budiman
Budidarmo, Rico Rizal
Metadata
Show full item recordAbstract
Proses pengambilan keputusan konsumen merupakan konsep dasar
pemikiran konsumen yang dapat digunakan oleh pemasar atau manajer untuk
menetapkan produk dan strategi barang dan jasa yang akan dijual. Tahap-tahap
yang membentuk proses pengambilan keputusan adalah pengenalan kebutuhan,
pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, konsumsi, evaluasi pasca
pembelian dan divestasi.
Daebak Fan Cafe sebagai restoran dengan tema budaya populer Korea yang
memadukan style modern kpop dan atmosfer Korea tradisional. Dapat dikatakan
bahwa pemilik restoran membuat pengelompokan pasar bagi mereka yang suka
akan budaya populer tersebut. Adanya bauran sikap terhadap budaya populer dan
untuk mengetahui konsep dasar perilaku konsumen, sebagai basis untuk
melakukan studi mengenai proses pengambilan keputusan konsumen, serta sikap
konsumen terhadap marketing mix yang ada pada Daebak Fan Cafe.
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sistematik dengan
pendekatan Slovin. Metode analisis yang digunakan, yaitu metode analisis
deskriptif, tabulasi silang dan chi-square. Hasil pengolahan data memperlihatkan
bahwa proses pengambilan keputusan konsumen untuk datang ke Daebak,
sebagian besar pengunjung datang karena ingin merasakan masakan Korea sambil
menikmati suasana baru, santai, dan menyenangkan dari budaya populer Korea.
Biasanya konsumen berkunjung bersama teman, sehingga sumber informasi
paling banyak didapat dari teman mereka sendiri. Sebagian besar pengunjung
akan merencanakan kedatangannya dan mayoritas mereka akan datang pada hari
libur pada siang hingga sore hari .
Hasil tabulasi silang dan chi-square antara antara tiga karakteristik
demografi, yaitu usia, status pekerjaan dan pendapatan terhadap variabel
marketing mix yang ada pada Daebak diketahui bahwa status pekerjaan dan
marketing mix yang ada, tidak memperlihatkan adanya hubungan satu sama lain
(saling bebas). Sedangkan pada karakter usia dan pendapatan, variabel budaya
Korea (sosial-grup), produk dan promosi menunjukkan adanya hubungan atau
saling terikat. Dapat dikatakan bahwa variabel harga dan tempat tidak
memengaruhi responden untuk datang ke Daebak. Responden lebih tertarik
dengan konsep, produk, dan promosi yang diberikan.
Implikasi manajerial yang dapat digunakan sebagai masukan oleh restoran
adalah melakukan diversifikasi produk dan membuatnya memiliki karakter yang
dapat diingat dan disukai oleh konsumen. Hal lain yang dapat dilakukan adalah
melakukan promosi lainnya, misalnya memberi reward kepada konsumen yang
selalu membeli menu minuman idola yang dicatat pada kartu pembelian serta
memperkuat konsep budaya populer Korea sehingga konsumen puas dan makin
dapat merasakan budaya populer Korea tersebut.
Collections
- MT - Business [4063]
