Hubungan Penerepan Sistem Penggajian Dengan Komitmen dan Produktivitas Karyawan Pt Dwipahasta Utama Duta
View/ Open
Date
2016Author
Nugroho, Priyo Tri
Maarif, Syamsul
Affandi, M.Joko
Metadata
Show full item recordAbstract
Perusahaan dalam mencapai tujuannya banyak mengalami tantangan karena
perubahan dan perkembangan bisnis, perubahan lingkungan kerja dan perubahan
kebijakan atau aturan dari pemerintah sehingga menghendaki perusahaan harus
melakukan pengembangan sumber daya manusianya secara proaktif dan reaktif.
Salah satu cara perusahaan untuk mencapai tujuannya melalui kebijakan sistem
penggajian yang efektif hal ini untuk menjamin bahwa perusahaan tersebut
mampu menarik, mempertahankan dan memotivasi karyawan yang berprestasi
dan kinerja tinggi. Dengan melaksanakan sistem penggajian yang tepat dan baik,
maka kepercayaan dan reputasi perusahaan akan terangkat sehingga sumber daya
manusia yang berkualitas akan tertarik untuk melamar di perusahaan tersebut.
PT Dwipahasta Utamaduta adalah perusahaan jasa bongkar muat peti kemas
di Tanjung Priok Jakarta Utara dimana perusahaan tersebut telah menetapkan
kebijakan mengenai sistem penggajian di perusahaan. Tujuan dari penerapan
sistem penggajian tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan
perbaikan sistem penggajian yang lebih jelas dan trasnparan. Harapan manajeman
adalah setiap karyawan mampu memahami sistem penggajian ini dengan baik
sehingga dapat meningkatkan komitmen serta produktivitas kerja karyawan.
Perusahaan beranggapan bahwa dengan diterapkannya sistem penggajian yang
baik akan mampu meningkatkan komitmen dan produktivitas karyawan terhadap
perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap
penerapan sistem penggajian di perusahaan, untuk mengetahui hubungan antara
penerapan sistem penggajian dengan komitmen karyawan, untuk mengetahui
hubungan antara penerapan sistem penggajian dengan produktivitas kerja
karyawan dan diharapkan mampu memberikan solusi kebijakan yang seharusnya
diambil oleh perusahaan.
Penelitian ini dilakukan di PT Dwipahasta Utamaduta Jakarta dengan waktu
pengumpulan data penelitian pada bulan November sampai dengan Desember
2015. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dan kuantitatif dengan
responden seluruh karyawan perusahaan berjumlah 106 orang. Pengolahan data
menggunakan microsoft excel dan software SPSS versi 21.0 kemudian uji korelasi
menggunakan analisis rank spearman untuk mengetahui arah dan mengukur
hubungan keeratan antara dua variabel. Hasil pengolahan data kemudian
digunakan dalam analisis pembahasan dan implikasi manajerial bagi perusahaan.
Kuisoner yang dibagikan menggunakan skala perbedaan semantik hal ini
digunakan untuk mengukur pengertian suatu pernyataan atau konsep oleh
responden.
Hasil oleh data mengenai persepsi karyawan terhadap penerapan sistem
penggajian saat ini dengan frekuensi nilai yang sering muncul pada tiap indikator
adalah angka 4. Hal ini berarti bahwa secara umum mayoritas responden
mengetahui, memahami dan merasakan sistem penggajian yang saat ini diterapkan di perusahaan dengan baik. Hasil korelasi antar variabel sistem penggajian dan
komitmen diperoleh nilai korelasi sebesar 0,515 dengan p-value (0,000). P-value
lebih kecil dari alpha 5% maka hubungan antara variabel sistem pengajian dan
komitmen signifikan dan searah. Artinya bahwa semakin baik persepsi karyawan
terhadap sistem penggajian maka akan semakin tinggi komitmen karyawan
terhadap perusahaan. Hasil korelasi antara variabel sistem penggajian dan
produktivitas diperoleh nilai korelasi sebesar 0,402 dengan p-value (0,000). Pvalue lebih kecil dari alpha 5% maka hubungan antara sistem penggajian dan
produktivitas signifikan dan searah. Artinya bahwa semakin baik persepsi
karyawan terhadap sistem penggajian maka akan semakin tinggi tingkat
produktivitas kerja karyawan.
Penelitian ini menemukan bahwa persepsi yang baik terhadap penerapan
sistem penggajian di perusahaan mempunyai mempunyai hubungan yang kuat dan
searah dengan komitmen dan produktivitas. Penerapan sistem penggajian
diperusahaan sudah diketahui, dipahami dan dirasakan baik oleh karyawan namun
kekuatan hubungannya dengan tingkat produktivitas masih kurang kuat. Faktorfaktor lain seperti suasana kerja yang kondusif, hubungan antara atasan dengan
bawahan yang harmonis, pola komunikasi manajemen, pola pengembangan dan
pelatihan karyawan yang baik, penghargaan secara langsung terhadap karyawan
berprestasi serta penegakan aturan tata tertib kerja sekiranya faktor-faktor ini akan
berhubungan kuat terhadap peningkatan produktivitas karyawan.
Collections
- MT - Business [4063]
