Pengaruh Indeks Harga Saham Regional Asean dan Variable Makroekonomi Terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia
View/ Open
Date
2016Author
Firdausi, Aurora Nur
Fahmi, Idqan
Saptono, Imam Teguh
Metadata
Show full item recordAbstract
Investasi di Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan yang cukup
baik. Hal ini ditandai dengan semakin baiknya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG), LQ45, Jakarta Islamic Index (JII), dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI),
yang merepresentasikan kondisi aktual pasar modal syariah nasional. Pangsa pasar
saham syariah telah mencapai 58,89% dari seluruh emiten saham dengan nilai
kapitalisasi pasar sekitar Rp2.946,89 triliun atau sebesar 56,37% dari total
kapitalisasi pasar. Hadirnya pasar modal syariah diharapkan mampu mendongkrak
kinerja perekonomian nasional.
Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, perekonomian
Indonesia dituntut lebih stabil agar dapat bersaing dengan perekonomian global.
Faktor makroekonomi negara yang stabil dan penyerapan investasi dari investor
domestik maupun asing akan menjadi penting dalam menghadapi MEA
mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh indeks harga saham
ASEAN dan variabel makroekonomi terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia
(ISSI). Penelitian ini menggunakan metode Vector Error Correction Model
(VECM), dengan data runtut waktu bulanan dari Mei 2011 sampai dengan Juni
2015.
Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama,
hasil analisis VECM menunjukkan bahwa pada jangka pendek, hanya IHSG dan
IPI yang memengaruhi ISSI secara signifikan. Sedangkan pada jangka panjang
beberapa variabel menunjukan hubungan signifikan positif yaitu inflasi, IPI, PSE
dan STI. Variabel yang mempengaruhi ISSI secara signifikan negatif adalah BI
rate, ER, IHSG, dan KLSE.
Kedua, hasil IRF menunjukkan bahwa ISSI mengalami fluktuasi dalam
merespon guncangan atau shock yang terjadi terhadap seluruh variabel
makroekonomi dan pasar saham ASEAN yang diamati, sebelum kemudian
mencapai kestabilan. Waktu yang diperlukan untuk mencapai kondisi stabil ini
berbeda-beda di antara variabel tersebut. ISSI paling cepat mencapai kestabilan
ketika merespon guncangan pada IPI. Ketiga, hasil analisis FEVD menunjukkan
bahwa setiap variabel memiliki kontribusi yang berbeda-beda terhadap keragaman
ISSI. Di akhir periode pengamatan, IHSG adalah variabel yang memiliki
kontribusi paling besar, sementara IPI adalah variabel yang memiliki kontribusi
yang paling kecil.
Ketiga, masih diperlukan penguatan pada sektor riil perekonomian. Hasil
VECM dan FEVD menjadi bukti bahwa variabel IPI memiliki posisi yang sangat
strategis karena IPI memiliki hubungan jangka panjang yang signifikan dengan
ISSI, dan masih berkontribusi minim terhadap keragaman ISSI sebesar 1.96
persen. Oleh karena itu, pemerintah harus menigkatkan pertumbuhan sektor riil.
Keempat, perlu dirumuskan formulasi yang efektif untuk meminimalisir
pengaruh suku bunga terhadap pasar modal syariah, karena hasil riset
menunjukkan bahwa BI Rate masih memiliki kontribusi terhadap keragaman ISSI
sebesar 3.09 persen dan memiliki hubungan signifikan dengan ISSI pada jangka...dst.
Collections
- MT - Business [4063]
