Analisis Minat Kepemilikan Kartu Kredit (Studi Kasus Kota Bogor)
View/ Open
Date
2016Author
Lestari, Bunga Ayu
Suharjo, Budi
Muflikhati, Itiqlaliyah
Metadata
Show full item recordAbstract
Nilai pertumbuhan kartu kredit di Indonesia pada tahun 2014 tidak sesuai
proyeksi yang ditargetkan oleh Bank Indonesia (BI), kondisi ini tentunya akan
menghambat upaya pemerintah dalam membentuk Less Cash Society (LCS) di
Indonesia. Kartu kredit yang berperan sebagai indikator tumbuhnya LCS,
merupakansalah satu alat transaksi non tunai dengan sistem pembayaran yang
lebih aman dan praktis.
Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengidentifikasi minat masyarakat
terhadap Kartu Kredit. 2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
masyarakat agar bersedia memiliki kartu kredit. 3. Memberikan alternatif
rekomendasi strategi yang dapat digunakan untuk mempengaruhi masyarakat
dalam memiliki kartu kredit.
Penelitian ini dilakukan kepada 86 responden yang memenuni syarat untuk
memiliki kartu kredit, akan tetapi tidak memiliki kartu kredit. Teknik
pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Dengan
berbasis teori perilaku terencana atau Theory Of Planned Behavior(TPB) yang
dianalisis dengan menggunakan metode Structural Equation Model (SEM), untuk
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen
terhadapkepemilikan kartu kredit. Dimana minat tersebutdipengaruhi oleh sikap
terhadap perilaku, norma subjektif dan kontrol terhadap perilaku.
Minat responden terhadap kepemilikan kartu kredit masih menunjukkan
hasil yang sangat rendah. Penelitian menunjukkan bahwa hanya sebesar 17%
responden yang menyatakan berminat untuk menggunakan kartu kredit. Sebanyak
48% responden menyatakan tidak berminat terhadap kartu kredit. Sedangkan 35%
responden menyatakan antara tertarik dan tidak.
Variabel laten dari penelitian ini terdiri dariKeyakinan Perilaku (KP),
Evaluasi Konsekuensi (EK), Keyakinan Normatif (KN), Motivasi Mematuhi
(MM), Keyakinan Kontrol(KK) dan Kekuatan Faktor Kontrol (KFK) dan minat
untuk kepemilikan kartu kredit. Variabel laten tersebut lalu diukur melalui
indikator berdasarkan skor pada setiap objek penelitian. Dari hasil penelitian,
terlihat bahwa pengaruh sikap terhadap perilaku (ATB) yang terbentuk dari KP
dan EK, norma subjektif (SN) yang terbentuk dari KN dan MM, kontrol perilaku
(PBC) yang terbentuk dari KK dan KFK, adalah signifikan dan positif terhadap
minatkepemilikan kartu kredit. Kontrol terhadap perilaku dengan indikator
sedikitnya orang yang menggunakan kartu kredit di lingkungan sekitar
konsumen, menjadi faktor determinan yang dapat mempengaruhi minat
kepemilikan kartu kredit.
Penelitian ini memberikan implikasi bahwa : 1. Perbankan dan pemerintah
dapat melakukan kampanye positif mengenai penggunaan kartu kredit yang
terkontrol dan sesuai dengan fungsinya untuk menghindari penyalahgunaan.
Dalam hal ini, lembaga terkait hendaknya dapat secara aktif turut serta
mengedukasi penggunanya. 2. Hendaknya perbankan dapat menetapkan bunga
kredit yang rendah dan biaya penggunaan kartu kredit yang tidak terlalu mahal....dst.
Collections
- MT - Business [4063]
