Analisis Kebutuhan Karyawan Pada Unit Fungsional Kebun Ptpn Iv Medan Sumatera Utara
View/ Open
Date
2016Author
Radhian, Wahyu Fikri
Hubeis, Musa
Kuswanto, Sadikin
Metadata
Show full item recordAbstract
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu sumber daya yang
terdapat dalam suatu organisasi, meliputi semua orang yang melakukan aktivitas.
Dari keseluruhan sumber daya yang tersedia dalam suatu organisasi, baik
organisasi publik maupun swasta, SDM paling penting dan sangat menentukan
serta berpengaruh dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Beban kerja yang
dibebankan kepada karyawan dapat terjadi dalam tiga kondisi. Pertama, beban
kerja sesuai standar. Kedua, beban kerja yang terlalu tinggi. Ketiga, beban kerja
yang terlalu rendah. Beban kerja yang terlalu berat atau ringan akan berdampak
terjadinya inefisiensi kerja. Beban kerja yang terlalu ringan berarti terjadi
kelebihan tenaga kerja.
Berdasarkan standar kemampuan rataan pencapaian waktu untuk
menyelesaikan tugas pokok dan kuantitas beban tugas dalam setahun dapat
diketahui beban kerja untuk setiap tugas-tugas pokok. Besarnya frekuensi
melakukan aktifitas dalam satuan waktu menunjukan besarnya beban kerja.
Beban kerja yang diperoleh menjadi dasar untuk melakukan perhitungan terhadap
jumlah kebutuhan tenaga kerja. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan
untuk menganalisis beban kerja, mengetahui kebutuhan pegawai dan
merumuskan implementasi manajerial Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara
(PTPN IV).
Melalui perhitungan menggunakan metode Workload Indicator of Staffing
need (WISN) dengan teknik work sampling didapatkan hasil analisis beban kerja
dan perhitungan kebutuhan karyawan. Penggunaan waktu kerja pada asisten
tanaman 80% waktunya digunakan untuk kegiatan produktif, 12.7% untuk
kegiatan pribadi dan 7.3% untuk kegiatan tidak produktif. Disisi lain, asisten
teknik pengolahan 83.6% untuk kegiatan produktif, 10% untuk kegiatan pribadi,
dan 5.9% untuk kegiatan tidak produktif. Penggunaan optimum waktu kerja
produktif adalah 80%, berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa
penggunaan waktu kerja oleh asisten tanaman belum sepenuhnya produktif dan
beban kerja yang dimiliki cukup tinggi, serta asisten teknik pengolahan
menandakan penggunaan waktu kerja melebihi standar optimum yang
mengindikasikan tingkat kelelahan dan beban kerja tinggi.
Penelitian yang dilakukan pada empat kebun di PTPN IV mendapatkan
hasil rataan yang menunjukkan bahwa terjadi kelebihan pegawai sebanyak dua
orang pada asisten tanaman dan kekurangan sebanyak dua orang pada asisten
teknik. Implikasi manajerial yang dapat digunakan sebagai masukan adalah
perusahaan perlu melakukan evaluasi ulang terhadap perencanaan SDM unit
fungsional kebun PTPN IV baik dalam hal rekrutmen, kompetensi dan diklat
yang dilakukan.
Collections
- MT - Business [4062]
