Market Timing Selektivitas Saham Serta Kinerja Dari Produk Reksa Dana Saham Di Indonesia
View/ Open
Date
2016Author
Kurniawan, Benny
Siregar, Hermanto
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
Reksadana saham adalah instrumen investasi berbasis saham yang
menawarkan fitur diversifikasi untuk investor guna meningkatkan unique risk,
sehingga risiko yang diterima lebih rendah daripada investasi saham langsung ke
pasar modal. Oleh karena itu, investasi ke dalam reksadana saham terus
meningkat dari tahun ke tahun. Namun, pada periode penelitian 2011 – 2014,
peningkatan ini tidak disertai dengan hasil (return) yang baik, cenderung
menyerupai IHSG. Oleh karena hal tersebut, maka dirasa perlu untuk dilakukan
penelitian: (1.) Mengukur kinerja dengan tolak ukur kemampuan penyesuaian
risk-return dengan Treynor serta Sharpe ratio, (2.) Mengukur selektivitas saham
dengan Jensen’s alpha serta Fama net selectivity, dan (3.) Mengukur market
timing dengan model Treynor-Mazuy serta Henriksson-Merton. Penelitian akan
dilakukan dengan data yang terlebih dahulu diolah dengan kaedah ekonometrika.
Berdasarkan pengukuran Treynor dan Sharpe yang dibandingkan dengan
IHSG, terdapat 24 dan 10 produk yang memiliki kinerja lebih baik daripada
IHSG. Selain itu, terlihat adanya diversifikasi yang tidak optimal. Untuk
selektivitas saham, pengukuran dengan Jensen dan Fama menghasilkan 24 dan 10
produk positif. Lebih lanjut, pengamatan pada komposisi efek yang dipegang
menunjukkan hasil yang hampir serupa antar satu dengan yang lain. Terakhir,
market timing yang akan diukur dengan HM dan TM, setelah diuji White
heteroscedastic, ditemukan 4 produk di HM dan 2 produk di TM yang dapat
diolah dengan OLS, sisanya pada produk lain yang diuji dengan LM ARCH
menunjukkan adanya signifikansi pada lag yang cukup panjang, sehingga
pengolahan selanjutnya dilakukan dengan GARCH. Hasilnya, pada model TM
menunjukkan 22 produk memiliki gamma positif dengan 13 signifikan, sedangkan
model HM menunjukkan 18 produk memiliki gamma positif dengan 8 signifikan.
Selain mengukur market timing, stock selectivity juga terukur dalam kedua model
ini. Model TM menunjukkan 16 produk yang memiliki alpha positif dengan 1
signifikan. Model HM menunjukkan 20 produk yang memiliki alpha positif
dengan 4 signifikan. Kemampuan market timing yang ditunjukkan sendiri
tidaklah optimal. Hal ini terlihat karena pengaruh return yang dihasilkan lebih
banyak merupakan sumbangsih daripada selektivitas saham saja.
Untuk OJK, penelitian ini diharapkan mampu menjadi gambaran kinerja
reksadana di Indonesia. OJK diharapkan mampu memelihara pasar modal, dengan
menerapkan regulasi-regulasi tertentu, serta juga mampu memberikan edukasi
kepada calon investor. Untuk calon investor, penelitian ini dapat dijadikan acuan
yang lebih kuat bila dibandingkan dengan fund fact sheet yang diperlihatkan.
Untuk manajer investasi, pelatihan dirasa sangat perlu, baik dalam analisis saham
sebagai bahan komposisi portofolio ataupun perhitungan untuk melakukan market
timing.
Collections
- MT - Business [4063]
