Strategi Pengembangan Program Penyelenggaraan Khusus Di Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (Studi Kasus Program Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah Sps Ipb)
View/ Open
Date
2016Author
Astuti, Vera Nora Indra
Firdaus, Muhammad
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
Respon dan bentuk komitmen Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk
secepatnya dapat menghasilkan suatu critical mass sumber daya manusia (SDM)
dan praktisi bermutu magister dan doktor guna mengisi dan meningkatkan derap
pembangunan di pusat maupun daerah, dalam kerangka pembangunan nasional
sejalan dengan penerapan Otonomi Daerah telah dilakukan melalui
penyelenggaraan program-program pendidikan sains dengan penyelenggaraan
khusus. Menurut Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB (2011) penyelenggaraan
program khusus ini dilakukan di luar jadwal perkuliahan kelas reguler, yaitu pada
hari kerja di sore-malam hari dan di akhir pekan (hari Jumat dan Sabtu) untuk
memberikan kesempatan kepada yang tidak dapat meninggalkan pekerjaannya
secara penuh, namun memerlukan peningkatan kapasitas akademik melalui jalur
pendidikan formal bermutu.
Pada awal pendiriannya hanya ada tiga program penyelenggaraan khusus,
kemudian berkembang penyelenggaraan khusus lainnya. Program pascasarjana
yang awalnya hanya membuka kelas regular, mulai banyak membuka kelas
penyelenggaraan khusus. Semakin bertambahnya PS yang membuka program
penyelenggaraan khusus mengindikasikan bahwa program tersebut sebenarnya
dinilai mempunyai prospek bagus untuk dikembangkan. Laporan Tahunan IPB
2013 menyebutkan bahwa Program Pascasarjana penyelenggaraan khusus
merupakan salah satu sumber penerimaan IPB dari pendapatan Sumbangan
Pembinaan Pendidikan (SPP) IPB. Pengembangan program penyelenggaraan
khusus tersebut membutuhkan strategi yang tepat. Tujuan penelitian ini antara
lain: (1) menganalisis faktor-faktor lingkungan strategis dalam pengembangan PS
Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah (MPI); (2) menentukan posisi
dan kondisi PS MPI berdasarkan faktor-faktor lingkungannya; (3) mencari
alternatif strategi dalam pengembangan PS MPI; (4) merumuskan prioritas
strategi dalam pengembangan PS MPI dan (5) merumuskan implementasi strategi
pengembangan PS MPI.
Faktor lingkungan strategis kekuatan, yaitu kualifikasi SDM yang bagus;
kurikulum yang unik, spesifik dan sesuai kebutuhan dunia kerja; masa studi
singkat; akreditasi A dari BAN PT; dan nama besar SPs IPB. Faktor lingkungan
strategis kelemahan, yaitu banyaknya PS yang berada di bawah SPs; belum ada
sertifikasi internasional; keterbatasan sarana prasarana pembelajaran; kebijakan
keuangan di tingkat SPs tidak mendukung kegiatan pemasaran PS MPI; dan beban
kerja dosen yang tinggi. Faktor lingkungan strategis peluang, yaitu banyaknya
alumni tersebar pada lembaga strategis; kebijakan pemerintah terhadap UKM;
adanya program beasiswa; pasar dari luar negeri yang terbuka; standarisasi
pendidikan nasional dan internasional; dan meningkatnya kualitas SDM
multitasking dan visioner tetapi memiliki keterbatasan waktu. Faktor lingkungan
strategis ancaman, yaitu pasar bebas tenaga kerja; masuknya perguruan tinggi
Collections
- MT - Business [4063]
