Pengaruh Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Pt Mega Eltra
View/ Open
Date
2016Author
Zen, Novian
Achsani, Noer Azam
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
PT Mega Eltra adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
dengan bidang utamanya bergerak pada usaha jasa kelistrikan. Atas kebijakan
Kementerian BUMN (K-BUMN) pada tanggal 1 Januari 2011 PT Mega Eltra resmi
diakuisisi oleh PT Pupuk Indonesia yang bergerak pada bidang produksi dan
distribusi pupuk. PT Pupuk Indonesia selaku perusahaan induk diharapkan dapat
memperbaiki kinerja keuangan PT Mega Eltra selaku anak perusahaan melalui
sinergi bisnis. Namun, setelah empat tahun kinerja keuangan PT Mega Eltra tidak
menunjukkan adanya perbaikan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan dan pengaruh
sinergi bisnis sebelum dan sesudah PT Mega Eltra diakuisisi. Penelitian dilakukan
dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis model uji t berpasangan.
Parameter yang digunakan meliputi rasio profitabilitas yang mencakup ROA
(Return on Asset), ROE (Return on Equity), TAT (Total Asset Turnover) dan PM
(Profit Margin) dan rasio struktur modal (rasio leverage) yang mencakup DAR
(Debt Asset Ratio), DER (Debt Equity Ratio). Data yang digunakan adalah data
sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan pada tahun 2010-2014.
Berdasarkan hasil penelitian, pada tahun pertama semua parameter
menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada taraf α < 5% kecuali TAT.
Pada tahun kedua parameter PM, DAR, DER menunjukkan adanya perbedaan yang
signifikan pada taraf α < 5% kecuali ROA, ROE dan TAT. Pada kedua tahun ini
penjualan mengalami kenaikan namun hasilnya tidak berpengaruh signifikan pada
perbaikan kinerja keuangan. Pada tahun ketiga semua parameter menunjukkan
tidak ada perbedaan yang signifikan pada taraf α < 10%. Pada tahun ini penjualan
menurun sehingga mengakibatkan kinerja keuangan menurun. Pada tahun keempat
semua parameter menunjukkan perbedaan yang signifikan pada taraf α < 1%, α <
5% dan α < 10% kecuali TAT dan DAR. Pada tahun ini penjualan naik dan beban
usaha tinggi mengakibatkan kinerja keuangan menurunan. Sinergi bisnis dalam
pemasaran pupuk selama empat tahun sesudah akuisisi tidak mempengaruhi kinerja
keuangan.
Pada tahun pertama dan kedua sesudah akuisisi perusahaan berada dalam
predikat kurang sehat (BB). Pada tahun ketiga dan keempat kinerja keuangan tetap
menurun dengan predikat kurang sehat (CCC). Rasio struktur modal (rasio
leverage) tahun pertama hingga tahun keempat tidak mengalami perubahan. Rasio
utang dibandingkan modal adalah sebesar 95% : 5%. Berdasarkan kondisi tersebut
maka PT Pupuk Indonesia selain fokus pada sinergi bisnis juga harus memperbaiki
rasio struktur modal PT Mega Eltra. Manjemen PT Mega Eltra harus difokuskan
pada pemasaran pupuk dan menutup usaha lain. K-BUMN sebaiknya mengambil
kebijakan untuk melikuidasi PT Mega Eltra bila kinerja keuangan tetap memburuk
atau modal sendiri (ekuitas) perusahaan negative pada beberapa tahun mendatang.
Collections
- MT - Business [4063]
