Pengaruh Risiko Kredit dan Rentabilitas Terhadap Kecukupan Modal Industri Perbankan Di Indonesia
View/ Open
Date
2016Author
Murtiyanti, Sri
Achsani, Noer Azam
Hakim, Dedi Budiman
Metadata
Show full item recordAbstract
Risiko kredit merupakan eksposur risiko signifikan bagi bank sejalan
dengan penyaluran kredit sebagai bisnis utama yang memberikan pendapatan
bunga kredit sebagai core income. Bank wajib menerapkan manajemen risiko
yang efektif dengan melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan
pengendalian risiko kredit yang memadai agar aktivitas usaha yang dilakukan
tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuan bank atau dapat
mengganggu kelangsungan usaha bank. Dalam rangka meningkatkan kemampuan
bank untuk menyerap risiko, diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas
permodalan bank sesuai dengan standar internasional. Peningkatan kuantitas
modal dilakukan dengan membentuk tambahan modal di atas persyaratan
penyediaan modal minimum sesuai profil risiko yang berfungsi sebagai
penyangga (buffer) apabila terjadi krisis keuangan dan ekonomi yang dapat
mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara risiko kredit dan
kinerja rentabilitas terhadap kecukupan modal (CAR) industri perbankan di
Indonesia. Data yang digunakan adalah data bulanan selama periode Januari 2010
sampai dengan Desember 2014 yang bersumber dari Statistik Perbankan
Indonesia, Bank Indonesia. Pada posisi 31 Desember 2014, jumlah bank di
Indonesia sebanyak 119 yang didukung 19.948 jaringan kantor. Bank Indonesia
mengelompokan dalam 6 kelompok bank yaitu Bank Persero (4 bank), Bank
Umum Swasta Nasional Devisa/BUSN-D (38 bank), Bank Umum Swasta
Nasional Non Devisa/BUSN-ND (29 bank), Bank Pembangunan Daerah/BPD (26
bank), Bank Campuran (12 bank) dan Kantor Cabang Bank Asing/KCBA (10
bank).
Penelitian ini menggunakan Kredit terhadap Total Aset (KTA), Loan to
Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai terhadap Kredit (CKPN) sebagai proksi risiko kredit, dan Biaya
Operasional terhadap Pendapatan Operasional/BOPO (efisiensi) dan Return on
Assets/ROA sebagai proksi rentabilitas. Hasil pengujian dengan menggunakan
Error Correction Model (ECM) menunjukkan bahwa risiko kredit (KTA, LDR,
NPL, CKPN) dan kinerja rentabilitas (BOPO dan ROA) secara bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap kecukupan modal (CAR). Secara parsial, variabel
yang berpengaruh signifikan terhadap CAR dalama jangka pendek dipengaruhi
oleh karakteristik dan kompleksitas kelompok bank. Hasil penelitian ini juga
menunjukkan bahwa kecepatan menuju keseimbangan jangka panjang secara
umum kurang dari satu tahun.
Collections
- MT - Business [4063]
