Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Cabang Makasar
View/ Open
Date
2016Author
Adriata, Rully
Ma'Arif, M.Syamsul
Hartoyo, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Suatu organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan dengan
batasan-batasan yang dapat diidentifikasi serta bekerja bersama-sama untuk
mencapai tujuan (Robbins 2006). Dalam suatu kerangka organisasi terdapat
hubungan antara kinerja perorangan (individual performance) dengan kinerja
organisasi (organization performance). Kinerja merupakan perbandingan antara
hasil kerja nyata karyawan dengan standar kerja yang telah ditetapkan (Dessler
1997). Organisasi yang berhasil adalah organisasi yang mencapai tujuan bersama
serta mampu memenuhi tanggung jawab sosialnya, di mana hal tersebut akan
sangat bergantung pada kepemimpinan para manajer (pimpinan). Kepemimpinan
menggambarkan hubungan antara pemimpin dengan para bawahannya dan
bagaimana seorang pemimpin mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan
dan harapan pimpinan. Pemimpin diharuskan dapat mengembangkan dan
mengarahkan potensi dan kemampuan bawahannya untuk mencapai bahkan
melebihi tujuan organisasi. Kualitas dari pemimpin seringkali dipandang sebagai
faktor penting dari keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi. Elemen lain yang
dinilai penting dalam organisasi adalah motivasi kerja. Motivasi adalah faktor
yang kehadirannya dapat menimbulkan kepuasan kerja dan meningkatkan kinerja
pegawai. Membangun semangat dan motivasi dapat dilakukan dengan
memadukan pendekatan persuasif dan profesionalisme. Konsep tersebut harus
diawali dengan membangun hubungan dan komunikasi yang baik antara pimpinan
dengan seluruh karyawan, dalam hal ini dapat berupa menerima saran dan keluhan
yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan.
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) merupakan hasil merger tiga
BUMN yang berkecimpung di bidang ekspor, impor dan distribusi, di mana pada
saat ini telah memiliki 34 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Berdasarkan
penilaian dari kantor pusat, terdapat beberapa cabang yang memiliki prestasi yang
dinilai rendah atau masih di bawah target perusahaan. Salah satu cabang dengan
kinerja yang masih di bawah target perusahaan adalah cabang Makassar. Selain
masih di bawah target perusahaan, kinerja cabang Makassar juga menurun selama
dua tahun terakhir, hal ini dapat dilihat dari pencapaian omzet perusahaan dan
laba bersih cabang Makassar. Pada tahun 2012, terlihat bahwa pencapaian target
omzet cabang Makassar hanya sebesar 73.5% dari target yang telah diberikan
perusahaan, demikian juga pencapaian laba bersih cabang Makassar yang hanya
sebesar 84.4% dari target RKAP. Pada tahun 2013, terlihat bahwa pencapaian
omzet dan laba bersih cabang menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu
hanya sebesar 69.9% dan 75.2%. Menurunnya kinerja organisasi mengindikasikan
bahwa kinerja karyawan didalamnya juga ikut menurun. Selain itu tingkat disiplin
karyawan dinilai menurun yang dapat dilihat dari tingkat mangkir karyawan yang
melebihi 3%. Menurut Kirana (2013), terdapat hubungan yang kuat antara
motivasi kerja terhadap disiplin kerja karyawan....dst.
Collections
- MT - Business [4063]
