Pembentukan Portofolio Optimal Saham Indeks Saham Syariah Indonesia (Issi)
View/ Open
Date
2016Author
Hadiyoso, Asto
Firdaus, Muhammad
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
Isu utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah minimnya
keterlibatan publik domestik di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2014, diketahui bahwa hanya 0,27% dari total
penduduk kelas menengah Indonesia yang berpartisipasi di pasar modal.
Minimnya keterlibatan publik tersebut diantaranya menyebabkan peran pasar
modal sebagai sarana distribusi kesejahteraan kepada masyarakat tidak dapat
berjalan dengan optimal. Selain itu, partisipasi publik domestik yang minim juga
turut meningkatkan kerentanan pasar modal terhadap posisi net sell. Apabila
terjadi pelepasan aset secara mendadak dalam jumlah besar oleh para investor,
pasar modal Indonesia dapat terkoreksi dalam dan imbasnya dapat merambat ke
perekonomian nasional secara umum.
Upaya untuk meningkatkan keterlibatan publik domestik di pasar modal
dapat dilakukan melalui peningkatan literasi kepada masyarakat terhadap kegiatan
investasi, diantaranya dengan menawarkan sebuah instrumen investasi alternatif
yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Terkait dengan hal tersebut, upaya
untuk membentuk suatu portofolio saham syariah telah beberapa kali dilakukan,
akan tetapi masih memiliki kelemahan. Kelemahan tersebut muncul dari
penggunaan basis kumpulan saham yang berukuran kecil seperti Jakarta Islamic
Index (JII) dalam membentuk portofolio. Semakin kecil basis kumpulan saham
yang digunakan semakin kecil pula potensi portofolio dalam melakukan
diversifikasi risiko. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian pembanding yang
berupaya membentuk portofolio dari basis kumpulan saham yang lebih besar
seperti ISSI.
Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk: 1) membentuk portofolio
optimal dari saham-saham dalam ISSI; 2) menganalisis karakteristik portofolio
yang dihasilkan; 3) menganalisis konsistensi portofolio terhadap kondisi
fundamental saham-saham penyusunnya, dan; 4) merumuskan strategi investasi
yang sesuai dengan karakteristik portofolio yang dihasilkan. Keempat tujuan
tersebut diharapkan mampu memberikan informasi yang memadai bagi publik
dalam melakukan kegiatan investasi di pasar modal Indonesia.
Dalam penelitian ini, pembentukan portofolio dilakukan dengan pendekatan
model indeks tunggal menggunakan data-data harga penutupan saham harian,
IHSG, serta nilai inflasi sebagai proksi dari tingkat imbal hasil bebas risiko (risk
free rate). Dalam pengukuran kinerja, digunakan parameter Alpha Jensen (Jensen
Measure) sedangkan dalam analisis fundamental digunakan metode perbandingan
Price to Earning Ratio (PER) yang disertai analisis deskriptif terhadap beberapa
indikator finansial emiten.
Hasil penelitian menunjukkan portofolio optimal saham dibentuk oleh 43
saham yang didominasi oleh saham-saham di sektor properti, perdagangan,
industri dasar dan kimia serta industri barang konsumsi. Jumlah tersebut jauh
lebih besar dibandingkan hasil penelitian sebelumnya sehingga memberikan
indikasi bahwa penggunaan basis kumpulan saham yang lebih besar berpotensi
Collections
- MT - Business [4063]
