Integrasi Spacial dan Vertikal Pasar Beras Di Indonesia
View/ Open
Date
2012Author
Cahyaningsih, Eny
Nurmalina, Rita
Maulana, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Beras merupakan komoditas penting, tidak hanya ditinjau dari sisi
produsen, tetapi juga dari sisi konsumen dan pemerintah. Kondusifnya situasi
perberasan nasional merupakan modal yang sangat penting bagi pembangunan.
Oleh karena itu, stabilitas harga beras di pasar domestik sangat diperlukan.
Berkaitan dengan urgensi beras dan arti pentingnya beras bagi bangsa Indonesia,
maka analisis integrasi pasar serta transmsisi harga perlu dilakukan untuk
meningkatkan efisiensi pemasaran dan untuk melihat apakah perubahan harga di
suatu pasar akan mempengaruhi perubahan harga di pasar lainnya.
Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi perberasan
Indonesia periode 2001-2011, menganalisis integrasi spasial pasar beras di
beberapa pasar ibu kota provinsi di Indonesia, menganalisis integrasi vertikal
pasar antara pasar dalam negeri dan negeri pasar, menganalisis respon harga
beras suatu pasar jika ada shock atau goncangan di wilayah lain, menganalsis
variasi perubahan harga beras suatu pasar, dan memberi masukan implikasi
kebijakan stabilisasi harga beras di Indonesia.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam
bentuk time series bulanan periode 2001-2011. Sumber data diperoleh dari,
Perum BULOG dan GAIN Report USDA. Metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Vector Error Correction Model, impuls respon dan
dekomposisi ragam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara spasial, pasar beras di
wilayah Jakarta, Medan, Mataram, Padang, Pontianak, Semarang, Surabaya dan
Bandung sudah terintegrasi jangka panjang, sedangkan pasar beras di wilayah
Makasar, Palembang, Banjarmasin dan Denpasar dalam jangka panjang tidak
terintegrasi dengan pasar beras di wilayah lain. Pasar beras di Banjarmasin dalam
jangka pendek yang tidak terintegrasi dengan pasar beras di wilayah lainnya..
Pada integrasi jangka pendek, perubahan harga beras di Medan akan di
transmisikan ke wilayah Jakarta, Padang, Pontianak, Mataram, Surabaya,
Bandung dan Denpasar. Perubahan harga beras di Semarang akan di transmisikan
ke wilayah Medan, Mataram, Palembang, Surabaya, Bandung dan Denpasar.
Perubahan harga beras di Pontianak akan ditransmisikan ke wilayah Padang,
Makasar, Palembang, Surabaya, dan Bandung. Berdasarkan analisis impuls respon
pada 24 bulan yang akan datang, diperoleh bahwa adanya shock atau gangguan di
wilayah Semarang dan Surabaya akan menyebabkan kenaikan harga beras di
seluruh wilayah. Adanya gangguan di Pontianak akan menyebabkan kenaikan
harga beras di wilayah lainnya, kecuali di Banjarmasin beras cenderung stabil.
Adanya gangguan di Jakarta akan menyebabkan kenaikan harga beras di wilayah
Pontianak, Medan, Makasar, Palembang dan Banjarmasin, sedangkan harga beras
di wilayah lain hanya mengalami kenaikan pada awal periode selanjutnya harga
beras cenderung stabil. Adanya gangguan di Semarang, Pontianak, Surabaya dan
Jakarta akan menyebabkan kenaikan harga di wilayah lain. Berdasarkan analisis
dekomposisi ragam dalam 24 bulan yang akan datang, yang paling banyak
menjelaskan variasi harga beras di wilayah lain adalah harga di Jakarta,
Semarang, Pontianak. Sedangkan harga beras Bandung, Denpasar dan Makasar
menjelaskan variasi pembentukan harga bagi pasar lain dalam tingkat presentase
sangat kecil. Secara keseluruhan disimpulkan bahwa pada perdagangan beras di
Indonesia terdapat pasar-pasar kunci di Indonesia yaitu pasar di Medan,
Semarang, Pontianak, Surabaya dan Jakarta. Perubahan harga beras yang terjadi
pada pasar di wilayah tersebut akan menyebabkan perubahan harga beras di
wilayah lain.
Secara vertikal, pasar beras dalam negeri tidak terintegrasi dengan pasar
beras Vietnam dan Thailand dalam jangka panjang. Pasar beras dalam negeri
sudah terintegrasi dengan pasar beras Vietnam dalam jangka pendek namun tidak
terintegrasi dengan pasar beras Thailand, dan pasar beras Vietnam sudah
terintegrasi dengan pasar beras Thailand dalam jangka pendek. Pada integrasi
jangka pendek, perubahan harga di Vietnam akan ditrasmisikan ke Thailand pada
1 bulan berikutnya dan ditransmisikan ke Indonesia pada 2 bulan berikutnya.
Perubahan harga beras Thailand secara nyata tidak ditransmisikan ke pasar beras
Vietnam sedangkan perubahan harga beras di Indonesia tidak ditransmisikan ke
Vietnam. Berdasarkan analisis impuls respon, adanya gangguan pada pasar beras
Thailand dan Vietnam tidak begitu berpengaruh pada kestabilan harga beras di
Indonesia. Adanya gangguan pada pasar beras Indonesia akan menyebabkan
kenaikan harga beras di Thailand dan Vietnam walaupun dengan pengaruh yang
tidak begitu besar. Sedangkan adanya gangguan pada pasar beras Thailand
maupun Vietnam akan menyebabkan kenaikan harga beras kedua negara tersebut.
Berdasarkan analisis dekomposisi ragam dalam 24 bulan yang akan datang, harga
beras Vietnam dan Thailand lebih menjelaskan variasi harga beras satu sama lain.
Harga beras dalam negeri menjelaskan variasi pembentukan harga dirinya sendiri
dan tidak menjelaskan variasi pembentukan harga beras Thailand dan Vietnam.
Sehingga secara keseluruhan disimpulkan bahwa pasar beras Indonesia sedikit
terisolasi dari pasar beras dua negara.
Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah pertama, pada perdagangan
beras di Indonesia terdapat pasar-pasar acuan yaitu pasar di Medan, Semarang,
Pontianak, Surabaya dan Jakarta. Perubahan harga beras yang terjadi pada pasar di
wilayah tersebut akan menyebabkan perubahan harga beras di wilayah lain. Oleh
karena itu BULOG sebagai pelaksana stabilisasi harga dalam melakukan operasi
pasar tidak perlu di seluruh wilayah, tetapi cukup difokuskan pada pasar-pasar
acuan yaitu pasar di wilayah Semarang, Medan, Pontianak, Jakarta dan Surabaya.
Kedua, harga beras luar negeri tidak begitu berpengaruh pada kenaikan harga
beras dalam negeri, namun demikian pengendalian impor beras tetap perlu
dilakukan untuk melindungi pendapatan petani apalagi mengingat harga beras
dalam negeri lebih tinggi di banding harga beras luar negeri.
Collections
- MT - Business [4063]
