View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perancangan Arsitektur Strategik Pt. Ppa Consultans

      Thumbnail
      View/Open
      full text (3.999Mb)
      Date
      2010
      Author
      Tjiptadi
      Kirbrandoko
      Fahmi, Idqan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      PT. PPA Consultants merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa konsultansi, berlokasi di Jakarta. Pada mulanya bidang yang ditangani adalah sektor pertanian, kemudian berkembang ke arah non pertanian. Masalah yang timbul dengan luasnya bidang layanan tersebut adalah tingginya biaya dalam mendapatkan maupun pelaksanaan proyek-proyek yang bukan menjadi kompetensinya. Studi ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan menawarkan konsep arsitektur strategik. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, langkah awal yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi bidang-bidang yang dinilai strategis, kemudian menetapkan dua alternatif industri masa depan. Selanjutnya, dari masing-masing industri masa depan dirancang dua alternatif arsitektur strategik dan pihak manajemen diminta memilih salah satu yang dinilai paling memberikan manfaat. Rumusan masalah dalam studi ini adalah: (i) kelompok bidang layanan jasa konsultansi apa saja yang dinilai strategis dan kelompok bidang strategis mana yang akan ditetapkan sebagai dua alternatif industri masa depan, (ii) bagaimana industry foresight dan prakiraan konvergensi industri untuk setiap alternatif industri masa depan tersebut, (iii) bagaimana perancangan dua alternatif arsitektur strategik untuk setiap industri masa depan dan bagaimana memilihnya salah satu untuk core business PPA Consultants, dan (iv) bagaimana gap kompetensi antara yang dimiliki PPA Consultants pada saat ini dengan yang dibutuhkan pada perancangan arsitektur strategik terpilih dan bagaimana penjabarannya ke dalam rencana tindakan. Tujuan dari studi ini adalah: (i) mengidentifikasi kelompok bidang layanan jasa konsultansi yang dinilai strategis dan menetapkan dua alternatif industri masa depan, (ii) menganalisis industry foresight dan prakiraan konvergensi industri untuk setiap alternatif industri masa depan yang telah ditetapkan, (iii) merancang dua alternatif arsitektur strategik untuk setiap alternatif industri masa depan dan memilih salah satu untuk dijadikan core business PPA Consultants, dan (iv) menganalisis gap kompetensi antara yang dimiliki PPA Consultants saat ini dengan yang dibutuhkan pada perancangan arsitektur strategik terpilih dan menjabarkannya ke dalam rencana tindakan. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metoda deskriptif melalui studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, baik kualitatif maupun kuantitatif. Teknik pengambilan data primer sebagian besar dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), sebagian kecil melalui kuesioner, indepth interview, dan brainstorming. Pemilihan responden dilakukan melalui metoda purposive sampling. Tahapan pelaksanaan studi ini dimulai dengan: (i) mengidentifikasi kelompok bidang layanan jasa konsultansi yang dinilai strategis, baik yang sudah dikerjakan PPA Consultants maupun yang belum, (ii) menetapkan dua alternatif industri masa depan, (iii) merumuskan industry foresight dan prakiraan konvergensi industri untuk setiap industri masa depan, (iv) merumuskan dua alternatif visi dan misi serta dua alternatif sasaran jangka panjang pada setiap alternatif industri masa depan, (vi) merancang dua alternatif arsitektur strategik untuk setiap alternatif industri masa depan, (vii) menetapkan kriteria AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk pemilihan sebuah arsitektur strategik dari empat alternatif yang ada, (viii) menyebarkan kuesioner AHP kepada 14 orang responden (komisaris, para direktur, para manajer, staf advisor, dan staf profesional) untuk pemilihan sebuah arsitektur strategik, (ix) menganalisis gap kompetensi antara yang dibutuhkan pada arsitektur strategik terpilih dengan yang sudah ada serta menjabarkannya ke dalam rencana tindakan. Alternatif industri masa depan yang dirumuskan adalah: (i) Industri Masa Depan-1 meliputi usaha layanan jasa konsultansi bidang pertanian, irigasi dan sumberdaya air dengan ruang lingkup layanan capacity building, studi, dan survei; pendirian lembaga pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia; serta usaha pengembangan rekayasa industri bioteknologi; (ii) Industri Masa Depan-2 meliputi usaha layanan jasa konsultansi bidang pendidikan dan kepariwisataan, pendirian usaha agrowisata, serta pendirian lembaga pelatihan dan pendidikan. Secara umum, prakiraan konvergensi Industri Masa Depan-1 meliputi layanan jasa konsultansi bidang pertanian, irigasi dan sumberdaya air, serta divisi luar negeri; pendirian lembaga pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia, serta pengembangan industri bioteknologi. Prakiraan konvergensi Industri Masa Depan-2 meliputi layanan jasa konsultansi bidang pendidikan dan layanan jasa konsultansi luar negeri, pendirian lembaga pelatihan dan pendidikan, serta usaha pengembangan agrowisata. Dari Industry Foresight-1 telah dirancang dua buah arsitektur strategik, yaitu Arsitektur Strategik-1 dan Arsitektur Strategik-2. Adapun dari Industry Foresight-2 juga telah dirancang dua buah arsitektur strategik, yaitu Arsitektur Strategik-3 dan Arsitektur Strategik-4 Pada Arsitektur Strategik-1, kegiatan utamanya adalah: (i) layanan jasa konsultansi sektor pertanian; (ii) layanan jasa konsultansi bidang irigasi dan sumberdaya air dengan pengembangan ke arah perancang dan pengawas konstruksi serta capacity building; (iii) layanan jasa konsultansi divisi luar negeri; (iv) lembaga pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia; serta (v) usaha pengembangan rekayasa industri bioteknologi. Adapun perancangan Arsitektur Strategik-2 sama dengan Arsitektur Strategik-1 namun tanpa disertai lembaga pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia. Sementara itu, kegiatan Arsitektur Strategik-3 meliputi: (i) usaha layanan jasa konsultansi bidang pendidikan, (ii) layanan jasa konsultansi divisi luar negeri, (iii) pendirian lembaga pelatihan dan pendidikan, serta (iv) usaha pengembangan agrowisata pendidikan. Perancangan Arsitektur Strategik-4 sama dengan Arsitektur Strategik-3 akan tetapi tanpa adanya usaha pengembangan agrowisata pendidikan. Hasil pemilihan empat buah alternatif arsitektur strategik di atas oleh 14 orang responden dari jajaran manajemen PPA Consultants dengan metoda AHP, didapatkan bahwa untuk Arsitektur Strategik-1 memperoleh bobot 0,407, Arsitektur Strategik-2 mendapatkan 0,295, Arsitektur Strategik-3 sebesar 0,160 dan bobot Arsitektur Strategik-4 sebesar 0,138. Dengan demikian, Arsitektur Strategik-1 (selanjutnya disebut Arsitektur Strategik PT. PPA Consultants) dipilih sebagai core business PPA Consultants di masa depan Gap kompetensi yang harus dipenuhi adalah struktur organisasi yang ada sekarang perlu disesuaikan termasuk penambahan dua sub organisasi, yaitu Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, serta Usaha Pengembangan Industri Bioteknologi. Gap kompetensi berikutnya yang harus dipenuhi berkaitan dengan usaha jasa konsultansi adalah perekrutan staf di bidang teknik sipil keairan, perikanan, dan statistik pertanian serta peningkatan kapasitas para manajer dan beberapa staf profesional melalui pendidikan dan pelatihan. Pada pendirian Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, gap kompetensi yang harus dipenuhi adalah pengadaan tenaga ahli pelatihan dan instruktur. Di samping itu, perlu pengadaan prasarana dan sarana pelatihan termasuk kelengkapan teknologi informasi. Gap kompetensi yang harus dipenuhi pada pembangunan usaha industri bioteknologi, dalam hal ini pengembangan komoditas hortikultura, adalah pengadaan tenaga ahli di bidang kultur jaringan, pemasaran komoditas hortikultura, serta pengembangan masyarakat. Di samping itu, ada tiga prasarana pokok yang harus dipenuhi, yaitu laboratorium kultur jaringan, kebun percobaan, dan kebun produksi. Prakiraan investasi yang diperlukan untuk melaksanakan seluruh rencana tindakan, mulai dari usaha pengembangan jasa konsultansi sampai usaha pengembangan industri bioteknologi adalah sekitar Rp. 14.690.000.000.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167376
      Collections
      • MT - Business [4062]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository